Amankan ”Demonstran”, Polri dan TNI Gunakan Gas Air Mata

  • Whatsapp

Amankan ''Demonstran'', Polri dan TNI Gunakan Gas Air MataSELAYAR,UPEKS.co.id—Dinilai meresahkan, aksi 150 demonstran pendukung salah seorang Caleg Legislatif (Caleg) DPRD, Dapil 8, H. Salman, dari Partai  Jagung dihentikan kepolisian dan TNI menggunakan gas air mata.

Petugas pengamanan Pemilu Polres Kepulauan Selayar bersama personel bantuan dari TNI Kodim 1415/Selayar itu bertindak tegas di depan KPU Kepulauan
Selayar, Senin (8/4/2019).

Bacaan Lainnya

Personel TNI/Polri yang tergabung dalam Tim gabungan pengamanan Pemilu, beberapa personel dan juga perwira dari Polres dan dan Kodim 1415, sebagian
diantaranya, jadi korban serangan gas air mata.

Serangan gas air mata serta semprotan air dari mobil Damkar, dijadikan senjata andalan untuk memaksa mundur massa yang semakin mendesak masuk kantor  KPU untuk bertemu langsung dengan Ketua dan Komisioner KPU.

Ratusan massa tersebut sesuai pantauan, sedang melakukan aksi unjuk rasa, yang diperagakan dalam skenario seorang Caleg yang merasa tidak puas dengan hasil  penghitungan suara, khususnya di TPS IV, Desa Kemiri Kecamatan Pantai Utara.

Dalam adegan, mereka meyakini bahwa di TPS tersebut, Caleg H. Salman memperoleh suara diatas 50 % dari wajib pilih. Hal ini, adalah bagian dari skenario  Simulasi Pengamanan Kota (Sispamkota) yang dilaksanakan oleh Polres Kepulauan Selayar. Disepakati antara perwakilan demonstran dan petugas pengamanan  gabungan menemui Ketua KPUD.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Taovik Ibnu Subarkah, mengatakan sebagai benteng terakhir, khususnya Pengamanan Pemilu, kita tidak boleh keluar dari  jalur sesuai protap yang ada.

“oleh karena itu seluruh personil Polri dan TNI harus kompak, kita bahu membahu dan bekerja sama khususnya di Kepulauan Selayar, jangan kita terpecah  dengan hal hal seperti informasi hoax yang marak sekarang ini”, ajak Kapolres AKBP Taovik Ibnu Subarkah.

Dia juga menyebut, pada pelaksanaan Pemilu nanti, Polres Selayar, akan mendapat pengamanan BKO dari Brimob Polda Sulsel antara 14 dan 15, sebanyak 96  personil, untuk mengamankan TPS. Dengan kekuatan personil akan lebih baik.

TNI Polri dan Pemkab akan melakukan patroli besar besaran untuk memantau tempat tempat penyimpan logistik pemilu.

Dandim 1415 Selayar Letkol. Arm. Yuwono, mengatakan dalam kesempatan yang sama, bahwa dengan Pelaksananaan Latihan Sispamkota dan Pengendalian  Massa yang telah dilakukan, ini menunjukkan kesiapan untuk tugas mengamankan Pemilu 2019.

Dandim Yuwono juga merasa bangga dengan Sinergitas TNI – Polri, yang terjalin sangat baik di Kepulauan Selayar, ini adalah modal awal. (Sya).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *