ANEKA

Membangun Ekonomi Gorontalo Berbasis Potensi Lokal

GORONTALO, UPEKS.co.id–Gorontalo memiliki sederet potensi lokal yang masih butuh dikembangkan untuk  menumbuhkan ekonomi secara mandiri. Pemerintah daerah Gorontalo pun diminta untuk fokus pada  pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan sektor kehutanan.

Sebagai tolak ukur, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Februari 2019, Nilai Tukar Petani  (NTP Umum) Provinsi Gorontalo tercatat sebesar 104.21 atau mengalami kenaikan sebesar 0.65 persen bila  dibandingkan keadaan bulan Januari 2019 yang tercatat sebesar 103.54.

NTP subsektor tercatat sebesar 109.10 untuk Subsektor Tanaman Pangan (NTP-P), 110.67 untuk Subsektor  Hortikultura (NTP-H), 96.10 untuk Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTP-R), 101.66 untuk Subsektor Peternakan (NTP-T), dan 100.94 untuk Subsektor Perikanan (NTN).

Dari 10 provinsi di Kawasan Timur Indonesia, ada 5 provinsi yang NTP-nya berada di atas 100. NTP tertinggi  dicapai oleh Provinsi Sulawesi Barat sebesar 109.15, diikuti Provinsi Gorontalo sebesar 104.21, Sulsel  102.99, kemudian Provinsi Papua Barat 101.62 persen dan Maluku sebesar 100.88.

Nilai Tukar Petani terendah terjadi di Provinsi Papua 90.87, kemudian Provinsi Sulawesi Tenggara  sebesar 92.87, Provinsi Sulawesi Tengah  93.72, Provinsi Sulawesi Utara 95.18, dan Provinsi
Maluku Utara sebesar 95.75. NTP nasional sebesar 102.94 mengalami penurunan -0.37 persen dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 103.33.

Februari 2019, terjadi deflasi di daerah perdesaan di Provinsi Gorontalo sebesar -0.04 persen. Deflasi terjadi  karena adanya penurunan indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar -0.33 persen.

Menurut Politisi NasDem Rachmat Gobel, petani bisa belajar ke Jepang sebagai salah satu cara bisa mendorong SDM berdaya saing sehingga mampu menggarap potensi yang ada.

“Petani kita dorong, kita akan mencari bagaimana petani-petani Gorontalo bisa dilatih didik di Jepang. Ini salah  satunya untuk memanfaatkan hubungan Indonesia-Jepang,” kata Rachmat Gobel kepada wartawan, Senin (25/3).

Gobel heran lantaran Gorontalo sekarang berada di peringkat 5 wilayah miskin di Indonesia. Padahal, kata dia, pemerintah pusat sudah memberikan perhatian bagus seperti dana desa dan program untuk petani.

Hosting Unlimited Indonesia

“Ini yang ingin kita benahi. Kita punya keinginan membangun Gorontalo karena selama 17 tahun ini miskin terus. Jadi kita benahi, petani dapat income lebih baik” katanya Caleg DPR RI NasDem (Dapil) Gorontalo meliputi Bone  Bolango, Kota Gorontalo, Gorontalo, Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pahuwato itu.

Selain faktor ekonomi, Gobel juga ingin memperbaiki sistem pendidikan. Menurutnya, guru-guru di Gorontalo harus  diperhaikan dan meningkatkan kemapuannya.

“Guru seperti apa yang dibutuhkan untuk pembangunan SDM kita. Jadi bukan hanya murid saja. Tentu ada  setrifikasi dan pelatihan serta membangun wawasan lebih luas lagi,” tutu mantan menteri perdagangan ini.

Gobel juga akan melibatkan perguruan tinggi setempat untuk sama-sama membuat perencanaan apa yang bisa dilakukan untuk lima tahun mendatang. Perencanaan itu juga melihat faktor-faktor yang masih menjadi kelemahan serta kekurangan di Gorontalo.

“Jadi kita juga akan sinergikan dengan program Pak Jokowi dalam mengentaskan kemiskinan,” tuturnya lagi.

Di sisi lain, pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah memang menjadi fokus pemerintah.  Apalagi di era pemerintahan Jokowi, desa di daerah bukan lagi menjadi objek pembangunan namun harus menjadi  subjek pembangunan.

Masyarakat diharapkan memiliki gagasan dan inisiatif untuk membangun wilayahnya masing-masing, sesuai  dengan potensi lokal yang ada. Untuk itu, belajar dari luar negeri juga merupakan suatu nilai tambah untuk memajukan daerah.

Seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, memberangkatkan sejumlah kepala desa, pendamping desa, dan penggiat desa untuk melakukan studi banding luar negeri. Selain studi banding, mereka juga diminta untuk membaca peluang kerjasama bisnis dengan kepala desa di luar negeri.

“Melihat peluang yang bisa dikerjasamakan dan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat di luar negeri yang bisa disuplai oleh desa di Indonesia,” ujar Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, di kesempatan berbeda.

Diharapkan mereka yang diberangkatkan ke luar negeri dapat mengambil pelajaran tentang keberhasilan di sana.  “Mudah-mudahan mereka bisa menyerap dan belajar dari keberhasilan diterapkan di Indonesia,” ujarnya. (hry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top