ANEKA

Investasi Dana Haji Optimalkan Infrastruktur Jemaah di Saudi Arabia

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tahun ini akan fokus menjajaki investasi di Saudi Arabia.

Investasi tersebut dikhususkan untuk infrastruktur untuk mendukung layanan ibadah haji para jemaah asal Indonesia.

Hal tersebut terungkap dalam acara Deseminasi Pengawasan Aktifitas Efisiensi operasional dan Kemaslahatan haji dengan stakeholder Perhajian di Hotel The
Rinra Makassar, Jl Metro Tanjung Bunga, Kamis (27/03/19). Acara tersebut dihelat oleh BPKH bersama DPR RI Komisi VIII.

Dewan Pengawas BPKH, Prof Abd Hamid Paddu, mengatakan, Jumlah dana haji per Februari 2019 sebesar Rp113 triliun dari jumlah calon jemaah haji 4 juta  se-nasional. Dana dikelola DPKH baik di perbankan maupun investasi lainnya yang berbasis syariah.

Hasilnya disebut nilai manfaat telah dinikmati. Seluruh hasil akan diserahkan untuk pelaksanaan jemaah haji, seperti menutupi kekurangan pembiayaan jemaah  haji.

“Sesuai perhitungan Kemenang totalnya per orang Rp70 juta, dan ditetapkan 35 juta selisih 35 juta. Rp7 triliun dari Rp35 juta itu tadi siap dan kurang Rp7  triliun berasal dari hasil uang Rp113 triliun yang dikelola kemudian diserahkan,” kata lelaki berkacamata asal Sulsel ini.

Hosting Unlimited Indonesia

Ia melanjutkan, tahun ini hasil nilai manfaat sebesar Rp7 triliun. Rencananya, selain untuk tambahan biaya berhaji, juga akan diinvestasi langsung. Sementara ini  tengah dijajaki investasi hotel di Saudi Arabia.

“Hanya kalau di Mekah dan Madinah tidak boleh hak milik. Jadi kita hanya bermitra dengan perusahaan disana. Tapi kalau punya hotel, bisa lebih murah disewa  Kemenag. Untung di investasi dan efesiensi,” katanya. Selain hotel, juga dibidik bidang kesehatan. Sementara masih penjajakan.

“Ada klinik kita di sana tapi bukan rumah sakit. Di sana ada Kimia Fharma. Kami sudah ketemu,” akunya. Adapun investasi yang sementara berjalan adalah  katering modern dan bus shalawat dengan skema kemitraan. “Kami harap 250 bus besar didatangkan dari Indonesia,” tuturnya.

Sementara, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Samsu Niang mengatakan, sekarang investasi dana haji masih terfokus ke sukuk, surat  berharga. Pihaknya berharap bisa dioptimalkan untuk investasi infastruktur haji.

“Kami harap dana ini tidak dipakai untuk infastruktue. Kecuali untuk infastruktur jemaah haji. Beli pesawat, beli bus shalawat. Hotel, siapkan pondokan haji,  katering sehingga BPKH betul-betul bisa mengembangkan dana haji yang Rp113 triliun itu,” katanya.

Samsu juga menekankan pentingnya Indonesia memiliki pesawat sendiri untuk mengakomodir para jemaah. Peetimbangannya, pesawat adalah komponen biaya  tertinggi untuk berhaji. “Jadi, bisa lebih murah. Karena selama ini biaya pesawat yang paling tinggi,” pungkasnya. (hry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top