RAGAM

DPRD Buton Tengah Belajar Pengelolaan Sampah di Gowa

GOWA, UPEKS.co.id – Sejumlah Legislator asal Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Gowa, Rabu  (20/3/2019).

Kedatangan rombongan anggota Dewan tersebut diterima oleh Baharuddin Anggota DPRD Kabupaten Gowa dari Fraksi Golkar. Sementara itu DPRD
Kabupaten Buton Tengah yang dipimpin oleh La Goapu mengatakan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Gowa untuk mencari referensi terkait pengelolaan  sampah.

“Kami ini Kabupaten masih muda, merupakan pemekaran dari Kabupaten Buton pada 2014 kemarin. Kami masih belajar dibeberapa daerah dan salah satunya di  Gowa ini,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kedatangannya di Kabupaten Gowa juga untuk menambah pengetahuan terkait Peraturan Daerah yang sementara dia bahas.

“Kami  juga berkunjung juga terkait beberapa dangan Perda yang sudah dalam tahap pembahasan insya allah apa yang kami dapat dari sini Insaya Allah dapat menjadi  referensi bagi kami,” lanjutnya.

Sementara itu, di hadapan anggota DPRD Kabupaten Buton Tengah Baharuddin mengatakan bahwa hampir semua daerah mempunyai persolan yang sama yaitu  masalah persampahan. Olehnya itu ia berharap dalam pertemuan tersebut bisa saling berbagi apa yang diterapkan di Bunton Tengah dapat diterapkan di Gowa  dan begitu pun sebaliknya.

Hosting Unlimited Indonesia

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gowa, Abitzar yang juga hadir mewakili mengatakan untuk pengelolaan  sampah, Kabupaten Gowa telah melahirkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kebersihan dan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2018 terkait penanganan  sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga.

“Terimah kasih atas kedatangan Kabupaten Buton Tengah telah berkunjung ke Kabupaten Gowa. Kami di Gowa juga belum berhasil mendapat Adipura karena  ini parameter keberhasilan pengeloaan sampah. Namun kami Kabupaten Gowa mengalami kenaikan poit yang cukup tinggi. Semangat dan langka progresif kami  untuk pengeloahan samoah rumah tangga terus dilakukan kita sdah terbitkan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2018 terkait penanganan sampah rumah tangga
dan sampah sejenis rumah tangga,” jelasnya.

Selain itu, untuk pengelolaan sampah, Abitzar juga menjelaskan bahwa saat ini telah dioperasikan bank sampah. “Dalam dua tahun ini sudah ada pengurangan  sampah. Langkah strategis kami melakukan pengurangan sejak dari sumbernya. Kita bentuk bank sampah saya sendiri sebagai direkturnya,” lanjutnya.

Ia juga menambahkan sejak keberadaan bank sampah dengan skema pengurangan dari sumbernya dapat mengurangi sampah dan biaya operasional pengangkutan  sampah hingga 5 liter solar permobil dalam satu hari.

“Tahun ini satu desa satu bank sampah untuk mengurangi sampah dari sumbernya untuk tidak ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). 2018 kita bisa memangkas  biaya pengangkutan sampah perhari 5 liter solar perhari setiap mobil,” tambahnya. (sofyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top