ANEKA

Bupati Gowa Berharap Pemilu 2019 Aman dan Kondusif

GOWA, UPEKS.co.id — Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menghadiri Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata Polres Gowa. Apel tersebut  pun dirangkaian dengan Simulasi Sispamkota Polda Sulsel dalam rangka pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Selatan,
berlangsung di depan Kantor KPU Gowa, Jalan Andi Mallombassang, Jumat (22/3/2019).

Bupati Adnan sangat berharap Pemilu 2019 baik pemilihan presiden dan wakil presiden maupun pemilihan legislatif dapat berjalan dengan sangat lancar, aman  dan kondusif.

“Seluruh pihak termasuk anggota Polri dan TNI ikut bertanggung jawab dalam mengamankan suasana pesta demokrasi dengan harapan Pemilu 2019 pada April  mendatang dapat berjalan damai, aman dan lancar,” katanya usai menghadiri apel pasukan, Jumat (22/3).

Bupati Adnan pun sangat mengapresiasi atas kinerja seluruh jajaran Polres Gowa bersama TNI dalam menciptakan keamanan yang kondusif di Gowa. Termasuk  menjelang pemilu.

“Majunya suatu wilayah dikarenakan keamanannya yang kondusif. Di Gowa hingga saat ini masih aman karena peran seluruh pihak dan kita harapkan aman  hingga selesai pemilihan,” tegas Adnan.

Pada apel gelar pasukan tersebut Dandim 1409 Hadanuddin Gowa, Letkol Arh Nur Subekhi didampingi Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga bertindak  sebagai Inspektur upacara yang diawali dengan pengecekan personil.

Dalam amanatnya, Nur Subekhi mengatakan bahwa Apel Gelar Pasukan Kesiapan TNI-Polri bertujuan untuk mengecek kesiapan personel, sarana dan prasarana  sebelum diterjunkan untuk melaksanakan pengamanan Pemilu 2019.

Hosting Unlimited Indonesia

“Pemilu Serentak 2019 ini merupakan pesta demokrasi Indonesia yang akan menjadi tonggak sejarah karena dilaksanakan secara serentak yakni 5 jenis pemilihan  dalam waktu yang bersamaan. Olehnya itu diperlukan kesiapsiagaan agar dapat terselenggara dengan aman, lancar dan damai,” ujarnya.

Menurutnya, kesuksesan sebuah perhelatan demokrasi sangat tergantung kepada semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung. Tidak saja  anggota partai politik dan masyarakat yang dituntut untuk taat dan patuh, akan tetapi pihak penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu dan DKPP wajib  hukumnya menunjukkan kinerja yang obyektif dan transparan.

“Pesta demokrasi Pemilu serentak ini diharapkan tidak menjadi ajang untuk membenturkan satu pihak dengan pihak yang lain atau ajang konflik antara kubu  yang satu dengan kubu yang lain. Pemilu ini hendaknya dijadikan ajang untuk memilih pemimpin dan bukan mengadu pemimpin,” jelas Dandim Gowa.

Ia juga menyampaikan, TNI-Polri selaku institusi yang bertanggungjawab langsung terhadap pengamanan jalannya Pemilu Serentak 2019 pun diminta untuk  segera mengambil suatu tindakan tegas sesuai dengan prosedur dan aturan hukum yang berlaku apabila menemukan adanya kerawanan dan hambatan.

“Tidak ada toleransi sekecil apapun bagi pihak-pihak yang akan mengganggu jalannya pemilu serentak. Wujudkan sinergitas antara TNI-Polri dengan  penyelenggara Pemilu dan seluruh komponen masyarakat agar setiap permasalahan yang muncul dilapangan dapat dihadapi, sehingga stabillitas keamanan dalam  penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019 dapat selalu terjaga,” tambah Dandim 1409 Gowa.

Dalam apel ini melibatkan sekitar 1000 personil gabungan dari personil Polres Gowa, Satbrimob dan Satsabhara Polda Sulsel, unsur TNI, serta sejumlah unsur  terkait lainnya. (sofyan).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top