Baznas Enrekang Kembali Buka Seleksi Beasiswa Masuk Sekolah Islam Athirah Bone

  • Whatsapp
Baznas Enrekang Kembali Buka Seleksi Beasiswa Masuk Sekolah Islam Athirah Bone

ENREKANG, UPEKS.co.id — Sebanyak 105 siswa sore tadi mengikuti ujian masuk sekolah Islam Athirah Bone. 105 siswa tersebut terdiri dari 36 SD dan 69 SMP yang tersebar di Kabupaten Enrekang.

Menurut Ketua Panitia seleksi beasiswa untuk masuk kesekolah Athirah Bone Dr. Ilham Kadir,MA mereka yang mengikuti seleksi tahun ini adalah anak – anak berprestasi rangking 1 sampai rangking 5 disekolah dari keluarga tidak mampu.

Bacaan Lainnya

Program yang dikerjasamakan Baznas Enrekang dan pihak sekolah Islam Athirah Bone ini adalah satu – satunya di Indonesia dan tahun 2019 adalah tahun ketiga kerjasama Baznas dengan sekolah bergengsi di Indonesia Timur ini.

 

Itu artinya hanya Baznas Enrekang yang mendapat kesempatan mengutus siswa siswa terbaiknya untuk menuntut ilmu ditempat ini tanpa dipungut biaya alias bersekolah secara gratis.

Dua tahun berturut turut Baznas Enrekang telah mengirim siswa tidak mampu sebanyak 32 orang. Ilham Kadir mengatakan semoga tahun ini siswa yang lolos dalam seleksi semakin banyak.

Ditempat yang sama Syamsul Bahri Kepala SMA Athirah Bone mengakan program beasiswa bisa terlaksana berkat silaturrahmi yang kuat antara kedua belah pihak.

 

” Baznas proaktif melakukan silaturrahim dengan pihak Athirah Bone. Saya rasa ini adalah bentuk kepedulian Baznas untuk memajukan pendidikan di Enrekang”. Kata Syamsul.

 

Ia menambahkan peserta didik disekolah Islam Athirah Bone Enrekang adalah terbanyak kedua setelah Kabupaten Bone. Ia berharap dengan adanya kerjasama tersebut, Enrekang akan mengirim jauh lebih banyak lagi siswanya untuk mengikuti program beasiswa.

Sementara itu Syafaruddin orang tua Yusfira Amalia dari SDK Balabatu, Desa Buntu Barana, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang mengatakan salut atas kinerja Baznas.

” Ini adalah gebrakan yang luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan. Kami berharap kedepan lebih banyak lagi anak – anak berprestasi namun tidak mampu yang dibiayai oleh Baznas Enrekang untuk bersekolah”. Kata Syafaruddin.

Yusrifa Amalia adalah salah satu peserta seleksi puteri Syafaruddin. Menurut ayahnya anak ini selalu mendapatkan rangking disekolahnya namun untuk melanjutkan disekolah yang lebih tinggi sekelas Athirah Bone orang tuanya tidak mampu lagi. Dengan adanya program ini, orang tua Yusfira tidak membuang waktu langsung ia bergegas mendaftarkan anaknya untuk ikuti seleksi yang diadakan di Pesantren Darul Falah Enrekang. Dalam seleksi tersebut siswa akan melalui empat jenjang seleksi yaitu ujian tertulis, wawancara, survei lapangan dan Academi Camp. (Sry)

Pos terkait