SULAWESI SELATAN

Abate Dijual, Hj Sri Siswati Bertindak

ENREKANG, UPEKS.co.id — Begitu mendengar ada oknum yang menjual Abate kepada masyarakat di Wilayah kerjanya, Kepala Puskesmas Kota Enrekang Drg. Hj. Sri Siswaty Zainal,M. Adm. Kes
Segera mengambil tindakan.

Melihat sudah banyak masyarakat yang menjadi korban terutama di Desa Karueng dan di Kelurahan Galonta, dokter Sri segera mengumumkan kejadian ini digroup Kepala Desa, menginformasikan kepada para Kapolsek dan menyebarkan informasi di Media Sosial.

Sri mengatakan pergerakan mereka harus dicegah sebelum banyak korban yang jatuh apalagi mereka memyebar kemasyarakat dengan mengatasnamakan Dinas Kesehatan Kabupaten Enrekang.

” Begitu saya dengar informasi ada oknum yang menjual Abate dan mengatasnamakan Petugas dari Dinas Kesehatan Enrekang, maka saya langsung menebarkan informasi kesemua pihak. Karena apa yang mereka lakukan adalah hal yang memyimpang kami tidak pernah menjual Abate, selama ini kami berikan cuma – cuma untuk masyarakat Enrekang”. Tegas Kapus Kota Enrekang.

Oknum yang sementara masih belum diketahui asalnya tersebut menjual Abate kemasyarakat dengan harga 20 ribu perbungkus yang isinya sangat sedikit dibanding jumlah yang selama ini dibagikan secara gratis oleh Dinkes Enrekang.

Hosting Unlimited Indonesia

Abate adalah insektisida golongan organofosfat yang efektif membunuh larva nyamuk atau insekta air lainnya. Abate berbentuk bubuk kristal padat dan segera larut saat dimasukkan ke dalam air.
Di dalam air, abate akan bertahan beberapa hari kemudian mengalami degradasi. Di Enrekang Abate dibagikan secara gratis oleh Dinas Kesehatan karena saat ini jumlah penderita DBD semakin meningkat apalagi sudah ada yang meninggal dunia.

Saat ini Kapus Kota Enrekang meminta kepada warga untuk lebih selektif dan berhati – hati jika ada oknum yang memgaku petugas Puskesmas apa lagi jika oknum tersebut tidak dikenal.

” Kita memang harus waspada, apalagi kita belum tahu apakah abate yang mereka jual itu asli. Makanya saya suruh petugas saya untuk mengambil samplenya yang dineli masyarakat, kita may lihat apakah barang itu asli atay palsu”. Pungkasnya.

Bukan baru kali ini oknum penjual abate merajalela di Enrekang. Dua bulan lalu, Upeks juga pernah mengangkat berita terkait kasus ini yang banyak memakan korbannya di Kecamatan Masalle, Kabupaten Enrekang. Waktu itu Plt Kadis Kesehatan Enrekang menegaskan akan melaporkan tindakan oknum yang menjual abate kepada masyarakat, namun nyatanya saat ini kasus tersebut berulang lagi ditempat yang berbeda yaitu di Desa Karueng dan Kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang.

Warga Enrekang berharap Instansi terkait segera mengambil tindakan sebelum oknum ini banyak meraup uang dari masyarakat. ( Sry).

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top