ANEKA

40 Perusahaan di Gowa Workshop Pemahaman K3

GOWA, UPEKS.co.id– Sebanyak 40 perwakilan perusahaan yang ada di Kabupaten Gowa mengikuti Workshop Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)  yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Gowa berlangsung di Planet Beckham, Kamis (28/3/2019).

Kepala Disnakertrans Gowa Salehuddin mengatakan, norma K3 adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya  pencegahan timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja. Dengan memahami norma tersebut para pekerja bisa mengenali hal-hal yang  berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja, penyakit akibat hubungan kerja dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian.

“Aturan ini pun telah diatur dalam UU no 1 Tahun 1979 tentang keselamatan kerja,” katanya di sela-sela pembukaan workshop.

Dari aturan tersebut beberapa tujuan diterapkannya Norma K3 di perusahaan di antaranya mencegah dan mengurangi kecelakaan, memberi alat-alat perlindungan  diri pada para pekerja, mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja. Baik berupa fisik maupun psikis, peracunan infeksi dan penularan.

Menurut Salehuddin, Norma K3 merupakan kewajiban bagi tenaga kerja/buruh dan perusahaan. Tujuannya adalah untuk mencegah, mengurangi bahkan  menekan resiko kecelakaan kerja di tempat mereka bekerja.

Hosting Unlimited Indonesia

Kewajiban untuk menyelenggarakan K3 pada perusahaan besar maupun perusahaan kecil melalui undang-undang ketenagakerjaan masih sangat rendah. Di  Gowa pun hanya beberapa perusahaan saja yang telah menerapkan sistem K3. Hal ini terlihat dari masih minimnya pengesahan peralatan K3 yang terdapat di  perusahaan, masih minimnya panitia pembina K3 dan lainnya dalam perusahaan.

“Ini disebabkan karena adanya anggapan bahwa program K3 hanya akan menjadi tambahan beban biaya perusahaan. Padahal jika diperhitungkan besarnya dana  kompensasi untuk korban kecelakaan kerja sebagai akibat kerja sangat besar, sehingga sangat jelas bahwa masalah tersebut tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pembinaan Kesejahteraan Pekerja dan Perlindungan Ketenagakerjaan Disnakertrans Gowa Amril Amiruddin berharap, dengan adanya  workshop ini diharapkan terjadi peningkatan pemahaman semua pihak, terutama para pimpinan perusahaan dan pekerja untuk memprioritaskan pelaksanaan K3  disetiap kegiatan usaha.

Termasuk akan terjalin kerjasama yang baik dan koordinasi aktif antara pelaku usaha dan pemerintah dalam pelaksanaan sistem K3 di  setiap perusahaan.

“Pada pertemuan ini kami harapkan para pimpinan perusahaan dapat lebih intensif dan akuntabel melakukan penerapan sistem manajemen keselamatan dan  kesehatan kerja di tempat usaha,” singkatnya. (sofyan)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top