ANEKA

Erick Thohir Imbau Masyarakat Makassar Lawan Hoax

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Jelang pemilihan presiden berita bohong atau hoax bertebaran. Salah satu hoax yang banyak menyebar di berbagai daerah
termasuk di Makassar, Sulawesi Selatan adalah isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), yakni Capres nomor urut 01 dituduh anti ulama dan anti
Islam.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Erick Thohir mengimbau masyarakat Makassar untuk melawan berita hoax yang bertebaran menjelang pemilihan
presiden kali ini.

“Saat ini dihembuskan hoax.Jika Paslon 01 menang, maka pelajaran agama Islam akan di hapuskan. Ada juga hoax akan melarang adzan dll. Itu semua adalah  berita yang tidak benar,”katanya.

Erick Thohir juga menjelaskan, selama ini Jokowi juga kerap dibilang anak Partai Komunis Indonesia (PKI). “Jokowi juga dituduh anti ulama, melakukan  kriminalisasi terhadap ulama. Itu semua tidak benar,”jelasnya.

“Ketika Jokowi dituduh anti ulama, beliau menjawabnya justru dengan memilih ulama sebagai pendampingnya. Kiai Ma’ruf Amin adalah pendiri Ponpes An  Nawawi Tanara. Nama tersebut diambil dari kakek buyutnya bernama Syekh Nawawi Al Bantani, seorang ulama asal Banten yang pernah menjadi Imam Masjidil  Haram,”terangnya.

Isu hoax PKI, anti ulama, yang bernuansa SARA sangat kuat menyasar pemilih di kampung-kampung. Isu itu digulirkan melalui majelis taklim dan media sosial.  Masyarakat Sulsel yang agamis sangat terpengaruh kuat oleh isu ini.

Ketua TKN juga menjelaskan ketika Paslon 01 diserang berbagai berita hoax. Justru menawarkan berbagai Progran bantuan sosial sangat positif di masyarakat  diantaranya adalah dengan KIP kuliah, kartu sembako dan kartu pra kerja yang akan dilaksanakan tahun depan.

Selain akan mengeluarkan program kartu diatas, Menurut Erick Thohir pembangunan infrastruktur juga akan terus dilanjutkan.

“Pembangunan insfrastruktur jalan masih sangat perlu dikembangkan di wilayah Makassar sebagai solusi atas bertambahnya volume kendaraan tidak dibarengi  dengan pengembangan ruas jalan sehingga mengakibatkan munculnya masalah kemacetan,”pungkasnya. (rls).

Loading...

#TRENDING

To Top