EDUKASI BUDAYA

Ketua TP PKK Selayar Apresiasi Sosialisasi Sekolah Ramah Anak

SELAYAR,UPEKS.co.id—Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Hj. Andi Dwiyanti  Musrifah Basli, buka Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) Pokja I TP PKK Kabupaten Kepulauan Selayar di
Kawasan Wisata Hutan Mangrove, Jumat (15/3/2019).

Hadir Camat Bontoharu, Wakil Ketua TP PKK Kecamatan Bontoharu, para Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan  lingkup Kecamatan Bontoharu, serta para guru SD dan SMP se-Kecamatan Bontoharu.

Andi Dwiyanti Musrifah Basli Ali mengemukakan, SRA itu satuan pendidikan formal, nonformal, dan informal yang  aman, bersih, dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai  hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya.

Hal ini sejalan program kerja TP PKK khususnya Pokja I, pembinaan karakter keluarga. Salah satu upaya yang  dilakukan yaitu berpartisipasi aktif dalah pengembangan kota layak dan ramah anak.

“Terwujudnya sebuah kota sebagai kota layak anak, diawali dari kesadaran setiap warganya untuk mau peduli dan  saling dukung, saling mengingatkan, bahu membahu mewujudkan setiap hal yang proanak, ramah anak, peduli  anak,” ujarnya.

Untuk itu diharapkan, sosialisasi membangun kesadaran bersama, SRA bagian penting dan tidak terpisahkan  dalam pembangunan menuju Kota Layak Anak,” terang Hj. Andi Dwiyanti Musrifah Basli.

Camat Bontoharu, Drs. Ahmad Yani juga berharap, agar sosialisasi berjalan lancar dan para peserta yang hadir  menyimak dan aktif dalam menerima sosialisasi sehingga dapat bersama- sama mengawal terlaksananya SRA.

Pemateri sosialisasi, anggota Pokja I, Dra. Arniati, menjelaskan latar belakang program SRA, seringnya terjadi  kekerasan di sekolah yang dilakukan guru maupun siswa dan program pendidikan masih menjadikan anak  sebagai objek dan guru selalu menjadi pihak yang benar.

”Jika komponen SRA terpenuhi, hasil yang diharapkan dari terlaksananya SRA ini bisa kita rasakan. Komponen  tersebut, ada komitmen tertulis yang dapat dianggap kebijakan tentang SRA, pelaksanaan proses belajar  mengajar ramah anak, penelitian tindakan kelas terlatih hak-hak anak, sarana prasarana yang ramah anak,  partisipasi anak, dan partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya dan  alumni. (sya).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top