SULAWESI SELATAN

Wabup Enrekang Perintahkan Kades Data Warga Miskin

ENREKANG, UPEKS.co.id — Sehubungan masih banyaknya warga miskin di Enrekang yang tak memiliki identitas ( KK dan KTP) membuat Wakil Bupati Enrekang Asman, SE segera mengambil langkah.

 

Menurutnya hal tersebut sangat tiskan jika dibiarkan karean berakibat pada hal lain jika warga tersebut membutuhkan pelayanan, misalnya jika warga miskin tersebut sakit jelas tidak punya KIS karena tidak memiliki Identitas yang bisa jadi acuan pembuatan Kartu KIS.

 

“Saya sudah menghimbau para Kepala Desa bersama aparaturnya  untuk sesegera mungkin mengidentipikasi masyarakat yang belum mempunyai identitas seperti  KK dan KTP untuk segera di identifikasi, di fasilitasi dan di koodinasikan dengan OPD terkait,” kata Wabup.

 

Seperti baru – baru ini dua orang Warga tidak mampu Marru warga Latimojong dan Ibu Sakka Warga Bisang, Kelurahan Lewaja masuk rumah sakit tanpa identitas.

 

Padahal keduanya adalah warga miskin yang sakit parah dan perlu segera ditangani dokter.Untuk saja Wabup bersama Plt Kadis Kesehatan Sutrisno didampingi Kapus Kota Enrekang Drg. Hj. Sri Siswati Zainal sigap berkoordinasi dengan instansi terkait hingga Marru dan Sakka kini sudah memiliki KK, KTP dan KIS.

 

Sementara itu Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Enrekang Iwan Ardian saat dikonfirmasi mengatakan selama ini pihaknya selalu melakukan Mobile atau pelayanan langsung kemasyarakat. Meski pada tahap awal hal ini baru dilakukan  Kecamatan.

 

“Memang kami sudah turun mobile, tahap awal masih di kecamatan dan 2 tahun terakhir kami langsung ke desa – desa. Kami selalu koordinasi dengan kades terkait warga yang belum rekam bahkan kami sudah membagikan daftar nama warga belum rekam untuk diverifikasi oleh desa dan diharapkan ada laporan balik ke Dinas terutama warga miskin dan difabel  tapi sampai sekarang hanya beberapa desa yang menindaklanjuti”. Kata Iwan.

 

Ia mengatakan Desa – Desa yang mrlaporkan warganya itulah yang di jadikan sasaran mobile tahun ini. Meski begitu di lapangan para Petugas Mobile Diskucapil tetap mencari warga yang belum rekam e – KTP bekerja sama dengan aparat Desa dan Penyelenggara Pemilu.

 

” Tapi biasa masih ada Warga yang memang tidak mau datang ke lokasi mobile bahkan ada yang memang tidak mau melakukan perekaman. Salah satu kendala juga Pemerintah Desa yang kurang tanggap dengan kegiatan mobile kami, kami sudah sampaikan untuk bersurat atau berkoordinasi ke kami untuk pelayanan mobile ke desanya tapi hanya beberapa saja yang mau justru ada beberapa desa yang PPK/PPS nya yang bersurat ke kami meminta pelayanan mobile karena tidak ada reaksi dari Pemerintah Desanya”. Pungkas Iwan.

 

Pria jebolan STPD ini mengungkapkan sengaja pihaknya meminta jika ada permintaan daru Desa untuk melakukan Mobile dengan pertimbangan sebagai dasar untuk melakukan kegistsn mobile, agar ada yang bertanggungjawab memobilisasi massa di Desa dengan tujuan kegiatan mobile bisa berjakan lebih efektif. ( Sry).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top