ANEKA

Imigrasi Makassar Kembali Deportasi Dua WNA

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Petugas Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar, kembali mendeportasi ke negeranya dua Warga Negar Asing (WNA), Jumat  (15/3/19).

Dua WNA itu, satu asal negera Malaysia dan satu asal Papua New Guinea.

Kepala Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar, Andi Pallawa Rukka mengatakan, dua WNA yang dideportasi itu yakni satu asal negara Malaysia atas nama Mohd Fazley  Bin Faizal dan dan satu warga asal Papua New Guinea bernama Ronald Akuwere.

“WNA asal Malaysia akan dideportasi hari ini. Kalau asal Papua New Guinea mungkin pekan depan. Keduanya akan diterbangkan ke negaranya masing-masing, ” kata Andi Pallawa Rukka saat merilis kasus itu di kantornya, Jumat (15/3/19).

Menurut Pallawa Rukka, kedua WNA itu memiliki kasus yang berbeda. Untuk WNA Malaysia, dimana sekitar awal Maret tahun ini anggota Polsek Mamajang  membawa WNA tersebut ke Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar tanpa memiliki dokumen keimigrasian.

Pengakuan WNA tersebut ucap Andi Pallawa Rukka, sekitar Mei 2018 lalu, Mohd Fazley Bin Faizal sedang tidur di Mesjid Besar Kita Tawau, Malaysia. Tetapi,  polisi patroli Malaysia datang merazia TKI Ilegal.

“Saat itu, Mohd Fazley sudah mengaku kalau dirinya warga Malaysia. Tetapi, polisi tidak percaya karna IC atau kartu identitas warga Malaysia yang  bersangkutan telah hilang, ” ucap Andi Pallawa Rukka.

Kemudian lanjut Andi Pallawa Rukka, polisi sempat mengintrogasi dan menanyakan orang tua yang bersangkutan. Namun, pengakuan Mohd Fazley ibunya  merupakan warga Malaysia. Sedang bapaknya warga Indonesia asal Kabupaten Bone, Sulsel.

“Dengan alasan itu, polisi menduga yang bersangkutan adalah TKI ilegak dari Indonesia. Dia kemudian ditangkap dan dideportasi ke Indonesia. Kita juga telah  koordinasi dengan Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, ” lanjutnya.

Kemudian terang Andi Pallawa Rukka, WNA itu diterbangkan ke Jakarta untuk verifikasi data. Hasilnya, setelah verifikasi dengan pengambilan sidik jari,  terbukti bersangkutan adalah warga negara Malaysia.

“Diterbitkanlah emergency certifikate atau pengakuan cemas oleh Kedutaan Besar Malaysian. Hari ini bersangkutan sudah dideportasi ke negaranya, ” terangnya.

Lanjut Andi Pallawa Rukka menjelaskan, khusus WNA asal Papua New Guinea bernama Ronald Akuwere, sebelumnya terlibat kasus narkotika dan telah  dibebaskan dari Lapas Kelas II A Narkotika Sungguminasa, Gowa.

“Beraangkutan telah menjalani pidana selama 4 tahun denda Rp 800 ribu, subsider 3 bulan dengan dasar dakwaan kasus narkotika pasal 111 ayat 1 dengan surat  putusan dari PN Jayapura No:426/Pid.Sus/2015/PN Jap, tertanggal 10-03-2016, ” jelasnya.

Setelah menjalani pidana penjara, bersangkutan dijemput oleh petugas Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas 1 TPI Makassar, kemudian dideteksi di  emergency travel dokumen oleh konsultan Jenderal Papua New Guinea di Jayapura.

“Saat ini, emergency travel document sudah ada dan sementara akan dideportasi juga, ” terang Andi Pallawa Rukka dihadapan sejumlah awak media, Jumat  (15/3/19).

Tahun ini sudah ada lima WNA yang telah didepotasi. Satu asal Rusia benama Oleg Rusanov, satu asal Jerman yakni Lars Saade dan tiga asal Malyasia masing- masing Haeruddin bin Saleng, Liman Bin Ali serta Mohd Fazley Bin Faizal.

“Menyusul WNA asal Papua New Guinea atas nama Ronald Akuwere. Jadi yang sudah dideportasi tahun ini sudah ada lima dan menyusul ditWNA asal Papua  New Guinea itu, ” tutupnya.(Jay)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top