EDUKASI BUDAYA

Muscab XV IMM Enrekang, Ini Pesan Ketua Majelis Pembina Kader Muhammadiyah

Baharuddin. (foto:Sry/Upeks).

ENREKANG, UPEKS.co.id—- Ketua Majelis Pemnina Kader ( MPK) Muhammadiyah Enrekang, Baharuddin  menegaskan, Peran IMM sebagai Organisasi Mahasiswa harus konsisten dan fokus pembinaan, pendampingan
mahasiswa dalam pencapaian spiritual yang kokoh dan kuat.

Betapa tantangan negatif dan luar biasa dihadapi para mahasiswa di era milenial saat ini, jika tidak kuat  pemahaman aqidah,akhlak dan ibadah , tentu sangat mengkhawatirkan mahasiswa akan terbawa pola hidup
bebas tanpa kontrol pengendalian diri dan keluarga.

Ia mengatakan Peran IMM sebagai organisasi Kampus, harus punya tanggungjawab pada diri dan Organisasi,  memajukan kampus, siap sedia mempromosikan kampus kapanpun dan dimanapun. Juga ikut berjuang bersama
mewujudkan visi Universitas Muhammadiyah Enrekang yang saat ini sedang berproses.

“Saya melihat periode Kepengurusan Haslan dan kawan kawan kompak dan solid serta dinamis sampai akhir  periode. Menurutnya indikator kunci kesuksesan ketika penguatan kader pada pelatihan kader yang rutin terutama  darul Arqam Madya atau banyak mengikutkan Darul Arqam Madya (DAM) baik di lakukan sendiri maupun mengutus anggotanya di tempat lain,” tegas Bahar.

Bahar berharap mereka jangan pernah berfikir pensiun dari mengurus IMM dan Muhammadiyah.” Saya Pernah dengar ada kader bilang capek mengurus IMM dan Muhammadiyah, mau ma istirahat dulu.

Di Muhammadiyah tidak ada istilah pensiun. Jangan juga terlalu cepat tinggalkan IMM, yang masih bisa bertahan dan aktif di IMM,” ujarnya.

Bahar menginginkan agar Periode yang akan datang kombinasi pengurus lama dan pengurus baru Harus tetap ada. Kematangan bermuhammadiyah tergantung proses yang di lalui seorang kader, kalau terlalu cepat berproses di Ortom maka nilai kekaderanya pasti tidak kuat.

Sebaliknya kalau konsisten dan sabar berproses makanya, Bahar optimis kader Muhammadiyah kedepan akan kuat dan mewarnai pergerakan baik lokal,regional dan nasional.

“Saya Kader dan tokoh penggerak, nanti akan lahir dan berkembang dari daerah daerah,” ujar mantan bendahara DPD IMM Sulawesi Selatan era 90-an ini. (sry).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top