ANEKA

Pekerjaan Mandek, Polisi Selidiki Proyek Pembangunan Embung di Tombolopao

GOWA, UPEKS.co.id– Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga meninjau langsung lokasi proyek pembangunan  Embung di Kecamatan Tombolopao yang menuai sorotan dari masyarakat.

Kapolres mengatakan hal tersebut dilakukannya usai menerima laporan dari masyarakat terkait adanya pekerjaan  pembangunan embung di dua desa di Kecamatan Tombolopao yang tidak sesuai perencanaannya.

Saat peninjauan, Kapolres yang didampingi Kasat Intel IPTU Wily dan Kapolsek Tombolopao IPTU Jamarang serta sejumlah personel dan warga ini pun mengunjungi kedua lokasi pembangunan embung tersebut, yakni di  Desa Tonasa dan Desa Pao.

Sejumlah temuan pun didapati Kapolres saat melakukan pengecekan pada kedua lokasi tersebut, salah satunya  mandeknya proses pekerjaan, padahal seharusnya pembangunan tersebut harus tuntas dan selesai pada akhir  tahun 2018 lalu, sedangkan faktanya hingga saat ini belum juga rampung.

Shinto Silitonga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penindakan tegas sesuai hukum terhadap  penyedia jasa yang tidak menuntaskan proyek pekerjaan sesuai hadwalnya.

“Kami akan menggagas tim khusus untuk melakukan penyelidikan terhadap pekerjaan pembangunan embung di  dua desa di Kecamatan Tombolopao ini. Jika memang terbukti ada penyelewengan, maka kami pastikan akan  melakukan penindakan hukum,” tegas Shinto Silitonga.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Embun pada Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman  Rakyat (PUPR) Kabupaten Gowa, Andi Yuslah mengakui kalau proyek yang menelan anggaran Rp2.190.550.000  yang bersumber dari dana cadangan tersebut memang belum selesai.

Bahkan kata dia, proyek itu diadendum ke tahun 2019 karena beberapa bagian dari proyek itu belum dikerja.  “Proyek itu kita adendum karena ada beberapa item pekerjaan belum selesai dikerja. Seperti, saluran sepanjang  155 meter belum dikerja, pintu air empat juga belum dipasang. Namun Insya Allah bulan ini semua sudah bisa  selesai dikerjakan oleh pihak rekanan yakni CV Kenanga Reski Utama,” kata Yuslah saat dikonfirmasi, Senin  (10/3/2019).

Yuslah berdalih, karena persoalan cuaca yang mengakibatkan proyek bernilai miliaran ini pengerjaannya  tersendat.
Selain itu, kendala lain, soal adanya pengecoran di beberapa titik tertentu yang membutuhkan waktu yang tepat.

“Karena cuaca yang kurang bersahabat, membuat pekerjaan tersendat. Yang saya juga mau sampaikan kalau  pihak rekanan baru menerima pembayaran 20 persen dari total anggaran yang ada,” ucapnya.  (sofyan)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top