ANEKA

Lahan Dihargai Rp3.500 per Meter, Proyek Bendungan Pammukkulu Terancam Gagal.

TAKALAR,UPEKS.co.id—-Pembangunan Bendungan Pammukkulu berskala Nasional yang saat ini tahap proses  pekerjaan dan pembebasan lahan. terancam tidak dilanjutkan.

Terkait proyek tersebut, ratusan warga Desa Kalekomara dan Komara demo di Kantor Gubernur Sulsel dan  Kantor BPN Takalar pasca Putusan Mahkamah Agung (MA).

Keputusan MA Jakarta dinilai sangat merugikan masyarakat, khusus dalam proses harga pembebasan lahan yang hanya dinilai Rp.3.500 per meter.

Kordinator Lapangan (korlap) aks,i Muallim Bahar menjelaskan, dia bersama warga menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu. Warga juga menuntut agar harga Rp.3.500 per meter, dinaikkan menjadi Rp50.000 per  meter.

“Kami menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu. Selama harga 50.000 permeter disepakati. Harga pembebasan lahan 3500 rupiah, itukan tidak manusiawi,” tegas Muallim saat orasinya. Rabu (6/3/19).

Saat demo, kata Mualllim , pihaknya minta kepada kepala BPN Takalar keluar dari ruang kerjanya dan menemui warga Desa Komara,

Warga Kalekomara saat diterima perwakilan BPN Takalar, Achamd minta maaf, karena Kepala BPN Takalar tidak dapat menemui warga Komara yang melakukan aksi demo.

“Kepala BPN mengikuti rapat kordinasi perjanjian kerjasama Kementrian Agraria dan tata ruang dengan Ombudsman di Makassar,” kata Achmad.

Warga meminta pihak BPN Takalar, diantaranya warga sepakat menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu. semua warga bertanda tangan di atas materi enam ribu dan sepakat menolak pembangunan Bendungan Pamukkulu.

Pernyataan warga merasa dirugikan langsung ditimpali pihak BPN Takalar. “Aspirasi ini akan kami tindaklanjuti  keatasan,. Selanjutnya akan berkoordinasi pimpinan untuk langkah selanjutnya,” ungkap Ahmad kepada Wartawan didampingi dua kepala Kasi pengadaan Tanah dan kasi Infrastruktur.

Usai diskusi dan mendengarkan penyampaian perwakilan kepala BPN Kabupaten Takalar warga Desa Komara pulang dengan kekecewaan dengan membalikkan beberapa meja di ruang pertemuan.

Dalam aksi tersebut , terjadi aksi saling dorong mendorong antara pengunjukrasa dan pihak personel Polres Takalar. (penulis: Jahar).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top