SULAWESI SELATAN

Keren, Warga Binaan Jeneponto Hasilkan Miniatur Motor

 

JENEPONTO, UPEKS.co.id — Koran bekas atau limbah koran sering kali dilihat hanya sebagai pembungkus barang atau bahkan dibakar begitu saja seolah tak lagi berharga.

Tapi tidak bagi Suprianto Bin Kingking (33), warga Balandangan, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Suprianto adalah warga binaan Kelas IIB Jeneponto yang terjerat kasus narkoba dengan pidana kurungan 4 tahun penjara.Dengan tangan terampilnya dipadu dengan ide kreatifnya limbah koran sebagai bahan kerajinannya yang bernilai dan berharga.
Dia menjadikan limbah koran bekas ini menjadi kerajinan motor harley dan hasil karya lainnya.

Suprianto menceritakan ide awal ia menjadikan limbah koran menjadi miniatur motor harley dan motor trail adalah jiwa seni yang melekat dalam dirinya.

Melihat tumpukan koran itu ia pun berpikir untuk membuat sesuai yang cukup menarik, yakni miniatur motor harley dan trail serta jenis motor lainnya.

Suprianto mengatakan dengan memanfaatkan limbah koran tersebut ia ingin menyalurkan hobinya. Sekaligus hobi tersebut untuk mengisi waktu luangnya selama dalam penjara.

“Pada dasarnya sih, saya hobi sama barang-barang seni. Termasuk membuat hasil karya miniatur motor Harley dan trail termasuk kerajinan lainnya asbak, bingkai foto, tempat tissue dan kerajinan lainnya”, tutur Suprianto, di Rutan Jeneponto, Selasa (5/2/2019).

Suprianto menuturkan, membuat miniatur cukup menyediakan bahan dan alat yang sederhana, seperti kertas koran, lem kayu sebagai perekat, cuter, gunting dan clear semprot (finishing).

Agar sulit memang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Karenanya untuk satu miniatur motor harley dan trail tersebut membutuhkan waktu paling cepat empat hari, pungkasnya.

Sementara Kepala Rutan kelas IIB Jeneponto Muh. Kameily berharap pihak pemerintah kabupaten Jeneponto dapat membantu dalam hal pembinaan, permodalan, penjualan atau pemasaran hasil karya binaan Rutan Jeneponto, ujar Kameily.

Apalagi kata Kameily, saat ini Rutan Jeneponto sudah pernah melaksanakan MoU dengan Dinas Koperasi dan UKM Jeneponto (Dekranasda), pihak BRI, Bank Sulselbar dan ketua KNPI Jeneponto.

Namun, Kameily yang juga mantan Kepala Rutan Pagar Alam Sumatera Selatan ini mengatakan saat ini sisa menunggu realisasi dari MoU dari pihak pemerintah dan BUMN  agar para warga binaan dapat menyalurkan bakatnya dengan menghasilkan karya seni yang tinggi, tandasnya. (Lau)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top