MAKASSAR CITY

Teller BRI Tilep Uang Nasabah: Pengamanan Berlapis BRI Kecolongan

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Kasus teller BRI Unit Toddopuli Cabang Panakkukang yang tilep uang nasabah Rp2,3 miliar menjadi bukti bahwa sistem keamanan perbankan masih perlu ditingkatkan.

Direktur Pengawasan Bank OJK Pusat, Indarto Budiwitono menjelaskan, sebenarnya BRI telah mengaplikasikan pengamanan berlapis untuk setiap transaksi nasabah.

Seluruh transaksi keuangan di BRI, termasuk transaksi di teller, dilakukan oleh 3 (tiga)  fungsi terpisah yaitu sebagai Maker, Checker dan Signer.
“Kontrol berlapis tersebut diterapkan pada applikasi yang digunakan dengan menetapkan tingkatan level user,” kata Indarto.

Kemudian, selama jam operasional dilakukan kontrol untuk mendeteksi transaksi-transaksi yang bersifat upnormal dan tidak sesuai dengan dokumen transaksi.

“BRI juga melakukan kontrol transaksi bagi nasabah, jika diminta nasabah, dapat diberikan fitur layanan sms dan email notifikasi transaksi,” terangnya.

Kendati pengamanan berlapis telah diterapkan namun BRI tetap kecolongan. Menurut Indarto, kejadian fraud (peniouan) teller terlambat dideteksi diduga karenap encurian Password atasan (password peaking) oleh pelaku.

Hosting Unlimited Indonesia

“Pelaku memalsukan dokumen transaksi. Transaksi dilakukan secara acak dalam nominal yang tidak mencolok,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Indarto, rencana perbaikan BRI adalah pengembangan teknologi kontrol yang lebih presisi, seperti teknologi biometrik.

Selanjutnya, BRI juga akan melakukan pengembangan aplikasi sebagai alat pengawasan transaksi2 nasabah, sepert Fraud Detection System.

“BRI setelah kejadian ini akan mengembangkan dan penerapan sistem Know Your Employee sebagai kontrol lingkungan dgn melihat profil pekerja BRI. Dan sosialisasi dan awareness kepada nasabah BRI,” pungkasnya.

Sebelumnya, Manajemen kantor pusat BRI memberikan jawaban atas kasus yang menimpa Perseroan. Corporate Secretary PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bambang Tribaroto dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa yang bersangkutan (Rika) melakukan fraud dengan modus menggelapkan tabungan nasabah, total nilai penggelapan Rp 2,3 miliar.

“Atas kejadian tersebut, BRI telah melakukan investigasi dan melaporkannya ke pihak kepolisian dan polisi mengapresiasi langkah BRI yang pro aktif menghadapi situasi yang ada,” ujarnya.

BRI memastikan tidak ada nasabah yang dirugikan dalam kejadian ini. Dan BRI tegas ridak mentolerir atas perbuatan froud, baik yang dilakukan pihak eksternal maupun internal. (hry).

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top