ANEKA

Polda Selidiki Tiga Kasus Dugaan Dokter Malapraktik di Sulsel

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah
(Polda) Sulsel, saat ini mendalami tiga kasus dugaan malapraktik yang terjadi ditiga daerah di Sulsel.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel, AKBP Indratmoko mengatakan, tiga kasus dugaan yang sedang didalami  itu terjadi di tiga daerah. Yakni di kota Makassar, Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bone.

Indratmoko menjelaskan, khusus di Makassar malapraktik itu berupa praktik kecantikan yang terjadi di klinik BBC  di Jl Serigala. Pemiliknya,dr. Elisabeth Susana M Biomed.

“Kasusnya di klinik kecantikan itu, ada masyarakat berkunjung. Akan tetapi berujung merusak mukanya.  Setelah berkunjung pada klinik itu mukanya mengalami pembengkakan dan gangguan pada mata, ” jelas  Indratmoko, Kamis (21/2/19).

Indratmoko menyebut, kasus malapraktik ini terjadi pada 15 September 2017 lalu. Kemudian dilaporkan pada  tanggal 16 Agustus 2018. Dari 2018 dilakukan penyelidikan terus dan diketahui modusnya praktik kecantikan di  klinik itu.

“Korbannya berinisial ADF ingin memancungkan hidung, setelah dilakukan penyuntikan filler, malah mengalami pembengkakan, dan gangguan mata kiri,” sebutnya.

Hosting Unlimited Indonesia

Setelah hampir setahun polisi melakukan penyelidikan, pihaknya sudah memeriksa korban dan beberapa saksi.  Kasus itupun sudah dinaikkan ke tahap penyidikan.

“Dokternya kita akan panggil untuk diperiksa. Ini kasus agak sulit, prosesnya sangat panjang. Dibutuhkan  keterangan ahli juga dan perlu waktu untuk melakukan penyelidikan,” katanya.

Indratmoko menuturkan, kasus yang terjadi di Kabupaten Sinjai berupa ada warga yang datang berobat di rumah  sakit di daerah itu dengan keluhan ada pembengkakan dibagian lutut. Namun setelah di suntik, bukannya sembuh  malah tambah parah.

“Setelah korban datang berobat, dia langsung disuntik dokter. Tapi setelah disuntik, bukannya sembuh malah tambah parah. Bahkan, korban sekarang sudah seperti lumpuh. Itu terjadi di rumah sakit setempat, ” tuturnya.

Dalam kasus itu lanjutnya, pihaknya sementara melakukan penyelidikan dan penyidik sementara ada di Kabupaten  Sinjai. Pihaknya pun, akan memeriksa saksi-saksi.

“Termasuk dokter yang menyuntik korban pasti kita akan panggil juga. Kita sementara mengumpulkan bukti-bukti  dan akan memeriksa saksi-saksi, ” lanjutnya.

Kasus ini, para terlapor diduga mekanggar UU kesehatan nomor 36 nomor 14, dan masih terus dilakukan pendalaman serta belum menentukan tersangka. (penulis: Jay)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top