ANEKA

Amblesnya Proyek Irigasi Kalaena Lutim Ditanggapi TP4D

MAKASSAR, UPEKS.co.id— Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)  Kejaksaan Tinggi Sulsel, langsung melakukan klarifikasi terkait amblesnya proyek rehabilitasi pengairan jaringan
induk irigasi Kalaena, Kabupaten Luwu Timur.

Proyek yang dikerjakan oleh Kontraktor dari PT. Herba Sari dan Konsultan Supervisi, PT. Bintang Tirta Pratama  yang menelan anggaran Rp31.867.911.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),
didampingi TP4D.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Salahuddin mengatakan, terkait adanya kejadian itu, pihak TP4D  melakukan klarifikasi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Setelah diklarifikasi ditemukan fakta-fakta bahwa jadwal pada tanah Irigasi Kalaena, dilakukan secara serempak  oleh masyarakat, ” kata Salahuddin, Rabu (20/2/19).

Sehingga jelas Salahuddin, petani bagian hilir induk saliran irigasi Kalaena menuntut pambukaan air lebih besar.  Agar air lebih cepat sampai di petani. Kemudian saluran induk kanan yang baru akan dilanjutkan pembangunannya  di tahun anggaran 2019.

Hosting Unlimited Indonesia

“Karena pembukaan pintu air tadi, daya tampung saluran air yang mengalami perubahan. Ada perlambatan  pengairan dan memang ada keterbatasan daya tampungnya. Sehingga terjadi back water dan permukaan air di  hulu mengalami over kapasitas, ” jelasnya.

Akibat over kapasitas, sehingga tanggul tergerus dan ambles. Karena bagian tanah pada tanggul saluran kurang  stabil dan berpasir sehingga mudah bergerak jika pengairan melebihi top pasangan.

“Itu adalah analisa tekhnis. Terkait masalah tersebut, masa pemeliharaan masih berjalan. Karena masa kontrak  masih berjalan sehingga pelaksana proyek punya waktu untuk memperbaikinya, ” bebernya.

Salahuddin menuturkan, meski didampingi TP4D jika pelaksaan proyek tersebut bermasalah, tentu akan dilakukan  pengusutan. TP4D mendampingi kajian hukumnya, bukan bagian tehknisnya.

“Namun, tim TP4D memastikan dan menggaransi proyek itu masih masa pemeliharaan. Jadi untuk sementara  belum bisa dipastikan apakah masalah kualitas pekerjaan. Tetapi dari analisa tehknis dilapangan, amblasnya  karena masalah yang tadi, ” tuturnya.(Jay)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top