ANEKA

Talkshow, Bupati Gowa Jelaskan Asal Mula Satpol Pendidikan

GOWA, UPEKS.co.id—Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan narasumber Talkshow yang bertema “Satpol
Pendidikan di Kabupaten Gowa” pada program Publik Service di stasiun Net TV, Biro Sulawesi Selatan, Rabu
(28/2/2019) sore.

Acara yang dipandu Sulfitri Bahar Selain menghadirkan Bupati Gowa, talkshow ini juga diisi oleh salah seorang  pengamat kebijakan publik lulusan Jepang, Ishak Rahmat.

Adnan menjelaskan awal mula dibentuknya Satpol Pendidikan ini diprakarsai oleh Bupati Gowa terdahulu, H Ichsan Yasin Limpo. Satpol Pendidikan ini direkrut secara bertahap sesuai jumlah sekolah yang akan dijaga.

“Mereka direkrut secara bertahap melalui seleksi oleh pemerintah Kabupaten Gowa. Dan yang direkrut ini adalah  masyarakat yang tinggal dan berdomisili dilokasi yang akan ditempatkan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Satpol Pendidikan dibentuk untuk mengurangi biaya operasional para guru-guru. Fungsi  utamanya dari satpol ini menjemput dan mengantar guru-guru yang jarak rumahnya ke sekolah kurang lebih 3  kilometer untuk memastikan guru- guru tersebut bisa datang melaksanakan tugasnya.

“Jadi tugas utama mereka, menjemput guru utamanya guru honorer yang terlambat masuk ke sekolah. Ini sering  terjadi pada sekolah-sekolah yang berada di kawasan pinggiran atau pegunungan karena terkendala kurangnya  alat atau biaya transportasi,” ujarnya.

Selain itu juga untuk mengoptimalkan layanan pendidikan. Bagaimana layanan pendidikan bisa optimal jika gurunya atau siswanya terlambat datang,” terang Adnan.

Lebih lanjut, beliau (Bupati Gowa) menyampaikan bahwa dalam bertugas Satpol Pendidikan mengenakan  seragam layaknya Satpol PP. Mereka ini akan berada di sekolah sepanjang kegiatan belajar-mengajar  berlangsung.

“Sepanjang kegiatan belajar mengajar berlangsung Satpol Pendidikan ini akan berada di lokasi Sekolah untuk mengantisipasi masuknya gangguan terhadap berlangsungnya proses belajar dari luar sekolah,” lanjut mantan  anggota DPRD Prov Sulsel ini.

Ia juga menginfokan, saat ini jumlah Satpol Pendidikan kurang lebih 500 orang. Mereka bertugas di 412 SD dan  107 SMP. Satpol Pendidikan juga dibekali sepeda motor, untuk membantu menjemput siswa atau guru. Dengan  kata lain, setiap satu Satpol Pendidikan bertugas di setiap sekolah.

Ishak Rahmat sangat mengapresiasi dengan adanya Satpol Pendidikan di Kabupaten Gowa. Menurutnya ini suatu inovasi yang memanfaatkan perlibatan masyarakat.

“Dalam sektor pendidikan apalagi pedidikan dasar dan menengah itu selalu ada tiga komponen yang harus selalu bersinergi yaitu, sekolah, masyarakat dan keluarga,” paparnya.

Nah ini yang terjadi dari inovasi pendidikan yang ada di kabupaten Gowa karena masyarakat menjadi bagian dari wakil keluarga sekaligus wakil sekolah karena dia memastikan bahwa guru atau murid hadir untuk melaksanakan  kewajibannya.

Dirinya juga berharap bahwa apa yang saat ini dilakukan Pemkab Gowa dapat diadopsi oleh pemerintah untuk  dijadikan program nasional yang diterapkan di seluruh Kabupaten/Kota lainnya.

“Saya berharap bahwa apa yang dilakukan oleh Pemkab Gowa dapat diadopsi oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud karena letak geografis di beberapa wilayah di Indonesia hampir sama di Kabupaten Gowa bahkan  ada yang lebih buruk lagi,” kata Ishak. (Sofyan)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top