ANEKA

Optimalisasi Penanganan Anjal, TGUPP Rekomendasikan Pembentukan Pokja

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Tim Ahli Gubernur Sulsel dan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menggelar pertemuan dengan sejumlah stakeholder terkait penanganan anak jalanan di Kota Makassar. Pertemuan ini dilaksanakan di Aula Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Jumat (22/2/2019).

Pada pertemuan ini, hadir antara lain perwakilan Polda Sulsel, Kodam XIV Hasanuddin, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, beserta sejumlah Dinas Sosial kabupaten/kota.

Tim Ahli Gubernur Sulsel, Jayadi Nas menjelaskan, pihaknya sengaja menghadirkan sejumlah stakeholder guna mengatasi persoalan ini.

“Tidak mungkin Dinas Sosial bekerja sendirian. Ini adalah persoalan kemanusiaan, menjadi tanggung jawab kita semua,” jelasnya.

Menurut Jayadi, jika semua pihak bisa bersinergi, maka penyelesaian masalah ini bisa dilakukan dengan cepat.

“Dalam satu atau dua bulan ke depan, mudah-mudahan sudah bisa dikurangi,” ungkapnya.

Kepala Satpol PP Sulsel, Mujiono menyampaikan, pihaknya telah melakukan penertiban terhadap keberadaan anak jalanan dan Pak Ogah ini, khususnya di titik-titik yang dianggap vital.

“Sampai saat ini, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhuhungan dan pihak Kepolisian. Di rujab gubernur itu, sudah kami gulung dan di depan kantor yang selama ini cukup mengganggu. Paling kekinian, pagi tadi kami sudah gulung sejumlah gepeng yang tinggal dalam gerobak,” tegasnya.

Sementara, Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Trihanto Nugroho mengatakan, salah satu yang perlu dilakukan agar penanganan anak jalanan dan Pak Ogah berjalan maksimal dengan membentuk tim khusus. 

“Saran kami untuk jangka pendek, disiapkan sinergi untuk bekerja sama. Kami Polri tidak bisa bekerja sendiri, butuh dukungan dari instansi lain. Kalau bisa ada landasan hukum yang jadi dasar,” jelasnya.

Trihanto juga menyebutkan, pihaknya siap melakukan penindakan jika ternyata ada pelanggaran pidana yang ditemukan terkait keberadaan anak jalanan dan Pak Ogah di jalanan.

“Untuk yang mengarah pada tindakan pidana, tentu akan kami catat dan sampaikan. Kami akan mem-back-up secara maksimal,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Ilham A Gazaling mengatakan, hal yang paling penting dari penanganan anak jalanan dan Pak Ogah ini adalah tindakan setelah penertiban.

“Kami di Dinas Sosial memiliki sejumlah program, dalam rangka meningkatkan produktivitas mereka, sehingga tidak kembali ke jalan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Ilham, perlu ada sinergi dengan OPD lain seperti Dinas Koperasi, Dinas Perindustrian, termasuk pihak swasta, untuk membantu mereka yang ingin berusaha mandiri.

“Tentu ini bisa kita wujudkan kalau nantinya sudah ada Pokja yang dibentuk agar bisa bersinergi dengan baik,” jelasnya. (rls)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top