ANEKA

Mubalig IMMIM dan Pengurus Masjid Sepakat Deklarasi Anti Hoax

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Sebagai wujud kepedulian terhadap merebaknya berita-berita hoax dan agar tetap  eksis mengawal umat agar tetap berada di jalan yang lurus (Ihdinassiratl mustaqim), Mubalig Ikatan Masjid Mubalig
Muttahidah Indonesia (IMMIM) dan Pengurus Masjid mendeklarasikan perang terhadap berita dan informasi hoax.

Ikrar eklarasi itu terwujud menjelang penutupan kegiatan Pembinaan Mubalig dan Pengurus Masjid hari kedua,  Kamis (21/2) bertema ”Stabilitas Nasiional” di Aula DPP IMMIM Jl. Sudirman, Makassar.

Di hari kedua itu, Pembinaan Mubalig dipandu moderator, Ir Hj Nur Fadjri FL,M.Pd dan terselenggara atas  kerjasama Pemkot Makassar dengan DPP IMMIM.

Tiga pemateri tampil, Prof.Dr.Hamdan Juhannis, MA (Guru Besar UIN Alauddin, Makassar), Dr.Dolly Iskandar,  S.Kom (Dosen dan pakar Sistem Komputer UMI) serta Komisaris Polisi Heru dari (Cyber Crime Ditkrimsus Polda  Sulsel).

Khusus hari pertama, Rabu (20/2) pembinaan yang dipandu Prof Dr HM Nasir Siola,MA menghadirkan pemateri,  Prof Dr H Ahmad Sewang,MA (Ketua DPP IMMIM) dan Dr HM Arfah Shiddiq (Kabid Dakwah,Ibadah dan  Muamalah DPP IMMIM).

Khusus hari kedua, Kamis (21/2) pembinaan Mubalig dihadiri Ketua Umum DPP IMMIM Prof.Dr.H.Ahmad M.Sewang, M.A, Ketua Umum YASDIC IMMIM Ir.H.Ridwan Abdullah, M.Sc, Sekjen IMMIM Dr.HM.Ishaq Shamad,  M.A, sejumlah pengurus DPP IMMIM, dan 150 Mubalig dan Pengurus Masjid di Makassar.

Guru Besar UIn Alauddin, Prof. Hamdan Juhannis menegaskan, wadah penyebaran hoax adalah handphone dan  medsos lainnya, karena itu para mubalig diajak untuk saat tertentu dalam sehari, sebaiknya ‘puasa’ handphone dan  medsos.

Dikatakannya, dosa besar bagi penyebar Hoax, karena itu strategi sebagai sumber pembodohan dan  pendangkalan pengetahuan. Selain itu merupakan penipuan publik yang berujung sumber konflik dan perpecahan  dan pemicu kepanikan. Issue DAM Bili-bili di Kabupaten Gowa, Sulsel dikabarkan retak tempo hari, merupakan sebuah contoh  sederhana.

Hoax terjadi, karena sesungguhnya sebagai alat pembunuhan karakter,alat pemenangan rivalitas publik dan  pemenuhan kepentingan sepihak

Fungsi Hoax itu terkait proyeksi yang ingin melihat, kelompok manusia yang suka fiktif dalam rangka pemetaan  pengelompokan masyarakat, tegas Hamdan Juhenis.

Karena itu, bebaskanlah masjid dari hoax, karena masjid itu public area spiritual yang suci, jauhkan kepentingan  pribadi, giatkanlah literasi dan peningkatan wawasan.

”Pendidikan politik di Masjid, misalnya cara memilih pemimpin sesuai tuntunan agama yang dicontohkan  Rasulullah,SAW, boleh-boleh saja. Tapi janganlah berpolitik praktis di masjid, apalagi dengan menyebut nama dan  menjelek-jelekkan sosok tertentu,” harap Hamdan Juhenis.

Pemateri lainnya, Kompol Heru dari Cyber Crime Ditrkrimsus Polda Sulsel mengungkapkan, terdata kurang lebih  sebanyak 132,7 juta jiwa pengguna internet di Indonesia dan peminatnya diprediksi terus meningkat.

Hoax itu pemberitaan palsu. Info yang sesunguhnya tak benar, tapi dibuat seolah-olah benar adanya. Di Sulsel  cukup banyak korban hoax dan berujung proses hukum di Polda Sulsel.

Data menunjukkan, media penyebaran hoax terbanyak melalui Facebook 92,4% menyusul aplikasi HP, TV dan  berbagai media lainnya. Untuk itu, agar tak tersandung proses hukum, masyarakat diharapkan lebih hati-hati  dalam menerima sebuah informasi, apalagi menyebarkannya.

Perlu dipahami, pelaku penyebaran hoax dapat dijerat pasal pencemaran nama baik dan kabar bohong yang  diatur secara tegas dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta UU Informasi dan Teknologi  Informasi (ITE).

Sementara itu, Pakar Sistem Komputer dari UMI, Dr.Dolly Indra, S.Kom. M.MSi dari mengungkapkan, tahun 2017  terdata 800 ribu situs hoax.

Diprediksi di 2019 ini terutama karena dikenal dengan tahun politi, jumlah situs hoax
diprediksi meningkat lebih tajam. Hoax itu sesungguhnya berita bohong.

Dikemukakanya, orang suka hoax karena merupakan eksperimen sosial, butuh perhatian,untuk mengeritik,  apalagi di alam demokrasi ini bebas menyampaikan pendapat agar lawan politik suatu pihak dapat terkalahkan.

Menyinggung kiat mengatasi hoax, hati-hatilah terhadap berita yang berjudul provokatif,cermati alamat situs  (alamat URL situs), baca isi beritanya dengan tuntas jangan sepotong-potong.

Selain itu,baca dan pahami berita yang diperoleh,jangan begitu terima langsung disebarkan. Tolong periksa fakta-  fakta,cek keaslian foto atau videonya dan ikut serta dalam group anti hoax, pesan Dr Dolly mengingatkan publik.  (arf).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top