FEATURES

“Sejahterakan Peternak Dengan Sapi IB, Sinjai Target Sentra Pengembangan Sapi Potong”

 

SESUAI visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, SH, LLM dan Andi Kartini Ottong, SP, M.SP.

“Terwujudnya Masyarakat Sinjai yang Mandiri, Sejahtera dan Religius Melalui Peningkatan Perekonomian dan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Unggul dan Berdaya Saing”.

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sinjaiterus melakukan berbagai terobosan. Di berbagai sektor. Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Utamanya di sektor peternakan.

Ada empat target peningkatan kesejahteraan masyarakat di sektor peternakan yang menjadi skala prioritas. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, diantaranya: menjadikan Sinjai sebagai sentra (pusat) pengembangan sapi potong di Sulawesi, pemberian Asuransi sapi gratis, pelayanan Inseminasi Buatan (IB) plus, dan bantuan kambing untuk keluarga miskin.

Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa, SH, LLM, Kamis (21/2) mengatakan. Program Inseminasi Buatan (IB) salah satu teknologi tepat guna. Yang menjadi pilihan utama. Untuk meningkatkan populasi dan Mutu Genetik Sapi.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Tahun 2019 ini, dengan program sapi IB, pemerintah menargetkan peningkatan populasi sapi menjadi 10 ribu ekor. Dengan capaian rata-rata 10 Ribu ekor sapi IB betina pertahun. Sehingga pemerintah menargetkan Sinjai menjadi sentra pengembangan sapi potong di Kawasan Indonesia Timur, khususnya di wilayah Sulawesi,” ujarnya.

Andi Seto mengatakan, bukti komitmen dan kepedulian  pemerintah daerah kepada para peternak adalah dengan dilakukannya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Percepatan Program Asuransi Usaha Ternak Sapi antara PT Asuransi Jasindo dan pemerintah Sinjai.

“Jadi. Para peternak sapi. Kali ini tidak harus memikirkan ancaman rugi. Biasanya ancaman kerugian itu akibat dari kematian, penyakit, melahirkan, kecelakaan, pencurianatau kehilangan dari ternak itu sendiri. Kini Jasindo siap memberikan uang pengganti sebesar Rp10 Juta per ekor. Hal ini jelas memberikan rasa aman kepada peternak. Tentram. Mereka bisa memusatkan perhatiannya pada pengelolaan usaha dengan lebih baik. Dan polis asuransi ini sendiri bisa dijadikan jaminan untuk mengambil kredit di bank Sulselbar dan Bank BRI. Sehingga peternak bisa mendapatkan pinjaman dana untuk pengembangan sapi,” jelasnya.

Lanjut Andi Seto, tahun 2019 ini, untuk mencapai target 10 Ribu ekor sapi IB. Pemda Sinjai juga memberikan bantuan dengan menanggung sebagian pembayaran premi sebesar Rp40 Ribu perekor.

“Dimana sebelumnya peternak hanya membayar 20 persen dari biaya premi Rp200 Ribu untuk sapi IB betina. Karena 80 persen ditanggung oleh pusat. Sehingga masyarakat peternak tidak dibebani lagi oleh pembayaran, dan ini terkhusus untuk sapi betina IB. Semakin banyak sapi indukan mengikuti Inseminasi buatan semakin banyak pula anak sapi yang lahir dari hasil IB. Dengan program ini kami mengharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sinjai, khususnya peternak sapi,” terangnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sinjai, drh. Aminuddin Zainuddin mengatakan. Guna memudahkan peternak dalam pengolaan dan melakukan jual beli ternak. Pemda Sinjai telah melaunching Program Layanan Selular Peternakan Terintegrasi (LA SAPI) dengan tagline 5 Aksi Bantu Peternak (Baper).

“Diantaranya Bantu Jual Ternak, Bantu Beli Ternak, Bantu Dapat Pelayanan (inseminasi buatan, kartunisasi, asuransi dan pelayanan kesehatan hewan), Bantu Informasi Manajemen Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Bantu penggaduhan ternak. Dengan tujuan untuk mempermudah pelayanan informasi jual beli dari penjual ke konsumen,” ujarnya.

Aminuddin mengungkapkan, melalui pelayanan SMS Broadcast, program LA SAPI telah melayani lebih dari 15.000 peternak dan masyarakat di Kabupaten Sinjai.

Pelayanan SMS Broadcast ini menunjukkan keberpihakan pemerintah pada keadilan mendapatkan informasi yang menyeluruh kepada semua warga Kabupaten Sinjai khususnya mereka yang hidup di pelosok desa yang belum memiliki alat komunikasi selular yang bersifat android.

“Program La Sapi ini masih terus berbenah dengan menyesuaikan diri dalam era digital dan informasi yang terus berkembang. Sehingga La Sapi dalam proses pengembangan aplikasi android dapat memungkinkan La Sapi bukan cuma di manfaatkan oleh masyarakat Sinjai tapi juga di seluruh Indonesia,” terangnya.

Menurutnya, untuk program pengembangan sapi IB plus diprioritaskan di 4 kecamatan yakni Kecamatan Sinjai Selatan, Sinjai Timur, Tellu Limpoe, dan Sinjai Borong. Selain itu Pemda juga masih tetap memprioritaskan pengembangan Ayam Kampung Unggul Sinjai (AKUSI).

“Untuk pengembangan ternak lain seperti kambing, tahun ini Pemda mengalokasikan dana untuk membangun pusat pembibitan kambing di Desa Gareccing Kecamatan Sinjai Selatan. Selain itu untuk membantu pelayanan kesehatan hewan ternak masyarakat, kami akan membangun pusat kesehatan hewan (puskeswan) di Kelurahan Tassililu Kecamatan Sinjai Barat dengan anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019,” terangnya.

Tahun ini, kata Aminuddin, Pemda Sinjai bekerjasama dengan pihak Perbankan (BRI, BNI, BPD, dan Mandiri) melaunching Program Penyaluran Bantuan kredit Usaha Rakyat (KUR) Peternakan.

“Program KUR ini sendiri sudah ada di Kabupaten Sinjai sejak tahun 2017, dan program ini terus mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan pada tahun 2017 tercatat 3.099 Debitor (orang) dengan jumlah dana sebesar Rp. 93.805.000.000, sedangkan di tahun 2018 tercatat 4.301 Debitor dengan dana sebesar Rp. 125.576.200.000 sedang untuk di akhir bulan Januari  2019 tercatat sementara 281 Debitor,” ungkapnya.

“Peningkatan signifikan ini, menandakan   masyarakat dalam hal pinjaman modal usaha peternakan di respon pihak Bank. Prosedur untuk mendapatkan bantuan KUR ini sangat mudah, yakni mempunyai usaha peternakan, baik usulan berkelompok maupun secara individu. Rata-rata pinjamannya ini sekitar Rp 25 Juta. Program ini hanya di 6 Kabupaten/Kota saja di Indonesia,” jelasnya.

Terpisah. Salah satu peternak sapi di Desa Kalobba Kecamatan Tellu Limpoe, Amir mengaku sangat senang program sapi IB plus. Karena menurutnya program ini bisa meningkatkan penghasilan peternak.

“Dibanding sapi betina biasa, hasil anakan sapi betina IB lebih kuat dan lebih besar. Untuk anak sapi hasil IB usia 6 bulan sampai 1 tahun harganya bisa mencapai Rp10 juta. Sedangkan untuk anak dari sapi biasa hanya bisa dijual dengan harga Rp4,5 sampai Rp 5 Juta saja. Untuk anak sapi hasil IB lebih kuat dan tahan penyakit, sedangkan untuk sapi biasa sangat rentan sekali terkena penyakit,” jelasnya.

Diketahui total jumlah sapi betina di Kabupaten Sinjai tahun 2018 yang telah di IB adalah 7741 ekor dengan jumlah angka kelahiran 2230 ekor yang tersebar 8 Kecamatan yakni Kecamatan Sinjai Barat, Kecamatan Sinjai Selatan, Kecamatan Sinjai Borong, Kecamatan Sinjai Barat, Kecamatan Sinjai Tengah, Kecamatan Tellu Limpoe, Kecamatan Sinjai Timur, dan Kecamatan Sinjai Utara.(*)

 

Penulis: Andi Agil Prawira YNP SH (A. Eghy)

Email: eghy.choy@gmail.com

Media: upeks.fajar.co.id

Hp: 082393377555

 

 

Loading...

#TRENDING

To Top