SULAWESI SELATAN

BPBAP Takalar dan APRI Lepas Benih Rajungan ke Laut

Takalar, Upeks.co.id–Balai Perikanan Budidaya Air Payau ( BPBAP ) Takalar sebagai unit pelaksana teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP terus bergerak. Merealisasikan program restocking (pelepasliaran) benih ikan/udang ke alam.

Target Restocking benih ikan/udang tahun 2019 sebesar dua juta ekor benih. Tersebar di beberapa daerah. Sesuai karakteristik perairan setempat.

Benih yang akan direstocking adalah udang windu, udang vanname, ikan bandeng, benih ikan kakap, benih ikan kerapu macan, benih nila salin, rajungan serta Kepiting Bakau.

Benih ini merupakan hasil produksi Hatchery BPBAP Takalar.

Pada Hari ini, Rabu , 20 Februari benih yang direstocking adalah Rajungan sebanyak 150.000 ekor dengan ukuran crab 10 yang berlokasi di Desa Nisombalia Kuri Caddi Kec. Marusu Kab. Maros .

Menurut Ir. Nono Hartanto,M.Aq sebagai Kepala BPBAP Takalar, restocking menjadi salah satu solusi mengatasi penurunan stok ikan/udang dengan memperhatikan aspek komoditas yang akan ditebar.

Seperti Halnya komoditas rajungan yang saat ini stoknya diperairan umum / laut menurun yang cukup drastis.

Hal ini ditandai dengan menurunnya hasil tangkapan nelayan serta mengeluhnya para pengusaha rajungan dalam mencari bahan baku. PT. KBT dan APRI (Asosisasi Pengusaha Rajungan Indonesia ) selaku perusahaan yang bergerak dibidang pengolahan Rajungan melakukan kerjasama dengan BPBAP Takalar .

Kerjasama ini sudah dimulai sejak tahun 2015 dan secara konsisten sampai sekarang melakukan restocking benih rajungan.

”Ini merupakan bentuk kompensasi jasa lingkungan yang sudah seharusnya BPBAP takalar sebagai penyedia benih dan perusahaan pengolahan sebagai pengguna bahan baku.,” ungkapnya saat dikonfirmasi.

Restocking ini, lanjutnya, merupakan agenda rutin yang telah dimasukkan dalam perjanjian kerjasama BPBAP Takalar sebagai unit pelaksana teknis di bawah Ditjen Perikanan Budidaya dengan PT. Kemilau Bintang Timur ( KBT ).

PT. KBT merupakan perusahaan eksportir rajungan yang kini telah membuka tambak budidaya rajungan.

APRI sebagai Asosiasi Pengusaha Rajungan Indonesia yang diWakili Oleh Bpak Hendro Wibowo Mengatakan bahwa APRI berkomitmen dan khususnya PT. KBT akan secara terus menerus melakukan restocking benih rajungan serta ini merupakan salah satu persyaratan dari Buyer di Amerika untuk selalu memperhatikan aspek sustainable.

Buyer saja mempersyaratkan dan peduli terhadap keberlanjutan stok rajungan, apalagi kita yang sebagai pengolah dan nelayan harus lebih peduli.

Karena kalau hal ini tidak dipedulikan maka dipastikan satu atau dua tahun kedepan sto rajungan di alam menurun. Hal yang perlu juga dilakukan adalah perlunya edukasi kepada nelayan agar tetap memperhatikan ukuran dan jangan mengambil Rajungan yang sedang bertelur.(Humas BPBAP Takalar)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top