SULAWESI SELATAN

Jelang Pemilu, Banner Caleg PAN Dirusak OTK


TAKALAR, UPEKS.co.id–Mendekati pilcaleg. Sejumlah kasus pidana politik bermunculan. Kasus ini bermula terjadinya pengrusakan banner caleg. Dilakukan orang Tak Dikenal  (OTK).

“Merusak APK bisa dipidana. Ancamannya kurungan penjara dua tahun,” kata Fahriady Dg Nai juga Caleg PAN.

Menurut Fahriady, ancaman hukuman kurungan badan hal ini diatur dalam pasal  Pasal 521 Jo Pasal 280 ayat 1 huruf ‘g’ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Jika mengacu kepada dua pasal itu. Bisa disanksi pidana pemilu. Bisa dipidana penjara paling lama dua tahun dengan denda paling banyak Rp24.000.000. Ini dijelaskan dalam UU nomor 7 tersebut,” kata Fahriady Dg. Nai kepada kepada Upeks via WhatsApp, Rabu (13/1/19).

“Kita juga prihatin mendekat pemilu presiden dan pilcaleg pengrusakan APK semakin marak di kabupaten Takalar bahkan APK saya sendiri tidak luput dari pengrusakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Pengrusakan APK saya terjadi dibeberapa titik, seperti di Limbungan Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattallassang.

Saya meminta kepada para kompetitor untuk saling menghormati dan tetap berkomitmen terhadap petisi Deklarasi Pemilu Damai. “Harus saling menghargai, saling menjaga kedamaian sehingga pemilu ditahun 2019 belangsung dengan damai.

Lebih lanjut Pahriady Dg. Nai menyakini bahwa pengurasakan banner tersebut murni bukan keinginan masyarakat, tapi kuat dugaan saya bahwa oknum yg merusak APK tersebut adalah orang suruhan  merasa terganggu atau merasa terusik dengan adanya banner saya tersebut.

“Walau pun banner saya dirusak tapi persoalan ini saya tidak akan bawah ke ranah hukum, kasihan masyarakat kalau hanya persoalan seperti ini lantas mereka mendapatkan hukuman berat seperti itu.” Tutup Pahriady Dg. Nai.(Jahar).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top