ANEKA

Bupati: Selain Simpan Pinjam, Diharapan KPRI Sejahtera Jalankan Usaha Baru

LUTIM,UPEKS.co.id—Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera Wotu-Burau Rapat Anggota Tahunan (RAT) dirangkaikan penyerahan penghargaan bakti koperasi tingkat Prov. Sulsel dan penyerahan  sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) dan sertifikat halal UKM kepada beberapa koperasi di Luwu Timur.

Kegiatan dibuka Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, didampingi Kadis Perdagangan, Koperasi dan UKM,  Rosmiyati Alwi. Hadir pula beberapa pimpinan Koperasi dan UKM serta seluruh pengurus dan anggota KPRI  Sejahtera Wotu-Burau yang berlangsung di Aula Hotel Sikumbang Kecamatan Tomoni, Kamis (14/02/2019).

Ketua KPRI Sejahtera Wotu-Burau, Supriadi mengatakan, RAT itu kegiatan rutin yang dilakukan koperasi setiap akhir tahun.

Saat ini, kata Supriadi, jumlah anggota KPRI Sejahtera sudah mencapai 328 orang dengan nilai aset
hingga akhir tahun 2018 telah mencapai Rp. 6 miliar lebih.

“Aset kekayaan koperasi tahun buku 2017 sebesar Rp. 6.097.519.063. Untuk tahun buku 2018 mencapai Rp.  6.546.859.967. Artinya, ada kenaikan aset kekayaan koperasi Rp. 449.340.904. Sementara sisa hasil usaha tahun  buku 2018 mencapai Rp. 990.420.000,” jelasnya.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler mengatakan, ciri koperasi sehat itu minimal melaksanakan Rapat Anggota  Tahunan (RAT) rutin selama dua tahun berturut-turut. Makanya ia memberikan apresiasi atas pelaksanaan RAT sesuai rencana koperasi.

Husler juga memberikan masukan agar bidang usaha koperasi KPRI Sejahtera jangan hanya fokus pada usaha  simpan pinjam semata. Menurutnya, dijaman yang serba maju saat ini, banyak sektor usaha yang bisa di lakukan koperasi untuk menambah pendapatan dan mengembangkan koperasi lebih optimal.

“Banyak sektor usaha kreatif yang bisa di lakukan koperasi untuk menambah pendapatan. Jangan hanya fokus di simpan pinjam. Dengan nilai aset yang ada tentu bisa untuk pengembangan usaha disektor lainnya,” jelas Husler.

Kadis Perdagangan Koperasi dan UKM, Rosmiyati Alwi mengatakan, terdapat 156 koperasi yang masih aktif di Luwu Timur. Dari jumlah itu, hanya 81 yang telah melaksanakan RAT di tahun 2017.

“Untuk tahun 2018 baru 8 koperasi yang melakukan RAT, disisi lain semestinya jika sesuai target, harapan kami sudah 50 persen yang melaksanakan RAT untuk tahun ini. Namun kami akan terus pacu setiap koperasi untuk melakukan RAT,” tutupnya. (citizen report/hms/ikp/kominfo).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top