ANEKA

Pemkab Bantaeng Belum Pasti Terima Tenaga P3K

BANTAENG,UPEKS.co.id—Pemkab bantaeng rupanya belum memastikan bakal ikut membuka pendaftaran  Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Wakil Bupati (Wabup) Bantaeng, Sahabuddin menjelaskan, kini pihaknya sedang mempertimbangkan keputusan  itu.

“Kita masih pikir-pikir, apakah tetap akan menerima tenaga PPPK atau tidak,” ujarnya,Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, hal itu disebabkan persoalan anggaran. Terlebih dulu harus dikalkulasi, disesuaikan dengan  kemampuan daerah. Sebab penggajian tenaga PPPK dimaksud, nominalnya sama seperti gaji yang diperoleh
Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sehingga pihaknya memerintahkan BKPSDM Bantaeng dan BPKD Bantaeng untuk berkoordinasi dulu.

“Kami perintahkan BKPSDM dan BPKD menghitung dulu anggaran pengajian tenaga PPPK. Tentu disesuaikan kemampuan daerah,” jelasnya.

Persoalan itu menurutnya tidak hanya dirasakan di Bantaeng, tetapi juga menjadi persoalan semua
Kabupaten/Kota se-Indonesia. Apalagi, mantan Ketua DPRD Bantaeng itu menganggap APBD Bantaeng sangat kecil jika dibanding dengan daerah lain.

APBD Bantaeng untuk tahun 2019 diketahui sebesar Rp 1,016 triliun. Sehingga, pihaknya menyarankan agar penggajian dari tenaga PPPK tersebut bisa dilakukan lewat APBN agar tidak membebani daerah.

Seperti diketahui, Sekretaris BKPSDM Bantaeng, Hasbuddin Chattab mengatakan bahwa Pemkab bakal menerima 355 tenaga PPPK, khusus honorer K2. Dari jumlah itu, difokuskan pada tenaga pendidik 346 dan  penyuluh pertanian 9 orang.

Sementara itu, total honorer di Bantaeng berjumlah 678 orang, 14 dari mereka telah lulus seleksi CPNS yang berlangsung sekitar Oktober 2018.(IPA)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top