EDUKASI BUDAYA

Dandim 1408 Makassar Silaturahim di Pesantren Modern IMMIM Putra

MAKASSAR,UPEKS.co.id—Untuk mempererat silaturahim, Dandim 1408 Makassar, Kol Inf. Adriyanto didampingi
sejumlah perwira berkunjung ke Pondok Pesantren Modern Alquran IMMIM Putra Tamalanrea, Selas malam (12/2).

Silaturahim yang berlangsung di Masjid Pesantren IMMIM itu dihadiri, Ketua Yayasan Dana Islamic Centre
(YASDIC) Divisi Kepesantrenan, Ir Hj Nur Fadjri Fadeli Luran yang akrab disapa bu Ulfah, para guru dan pembina Ponpes IMMIM serta  sejumlah orang tua santri.

Dalam kunjungannya, Dandim mengakui, belajar di pesantren sangat positif, karena mendidik aspek moral anak  bangsa. Belajar ilmu pengetahuan, hasilnya akan sangat positif, jika dibarengi pembinaan moral.

Dibagian lain, Dandim juga memaparkan pentingnya anak bangsa memahami dengan baik hakikat bela negara.  Sejarah mengajarkan, bagaimana Nabi Ibrahim yang sangat cinta tanah airnya dan selalu berdoa demi kemakmuran bangsanya.

”Sebagai santri, perannya dalam bela negara, dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk belajar dengan  tertib sesuai aturan sekolah, menghormati guru dan orang tua, jauhi narkoba dan pornografi dan berbagai  tindakan negatif lainnya,” kata Dandim.

Silaturahim bersama Dandim itu diwarnai tanya jawab. Tampak antusias sejumlah santri yang memadati masjid, gantian mengajukan berbagai pertanyaan pada Dandim. Termasuk ada pertanyaan santri minta penjelasan,  ”Letak titik taut Pesantren dan TNI sebagai benteng pertahanan bangsa”.

Sebelumnya, Direktur Ponpes IMMIM, Dr HM Taufan,SH,M.Ag mengemukakan, Pesantren IMMIM ini berdiri dan operasional sejak 43 silam yang diprakarsai H Fadeli Luran (Purn. TNI), Masjid Pesantren IMMIM ini juga merupakan bantuan dermawan yang juga Purnawirawan TNI, pelatih drum band IMMIM dari TNI dan keamanan kawasan IMMIM juga diback-up TNI dari Yon Kavaleri.

”Bagi kami, Ponpes IMMIM dan jajaran TNI itu, ibarat ikan dan air. Ikan senang, jika ada air. Sebaliknya, air sangat senang, jika dikunjungi ikan,” ungkap Dr Taufan yang disambut tawa para hadirin.

Dikatakannya, saat ini Ponpes IMMIM Putra membina dua kampus, di Tamalanrea untuk jenjang SMP dengan santri 500-an, Kampus lainnya di MoncongloE, Maros untuk jenjang SMA/Madrasah Aliyah 400-an santri.

Para santri yang berasal dari berbagai provinsi utamanya kawasan timur Indonesia ini, dibina berlandaskan motto, ”Bersatu Dalam Aqidah, Toleransi dalam Furu’ dan Khilafiyah, Bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI), Toleransi Dalam Kebhinekaan,” tandas Dr Taufan.

Menyinggung perkembangan teknologi, Taufan mengemukakan, santri kami tak Gaptek, secara bertahap proses pembelajaran di Kampus MoncongloE, mulai menerapkan e-leraning dan guru-gurunya telah ditraining khusus.

”Kami juga aktif kerjasama dengan berbagai pihak termasuk luar negeri. Insya Allah, April 2019, Pesantren IMMIM akan ada tamu dari Negara Australia. Alhamdulillah, Ketua YASDIC IMMIM Divisi Kepesantrenan, Ir Ulfah Fadeli Luran memang punya  jaringan (networking) khusus sebagai pengurus Makassar Women Leaders Forum (Forum Pemimpin Wanita Makassar). Dengan demikian, punya kedekatan kemitraan dengan Konjen Australia, Richard Mattews,” kata Taufan.

Dibagian lain Taufan mengemukakan, berkat gencarnya berbagai pembenahan lingkup internal IMMIM, santri IMMIM selalu meraih prestasi dalam berbagai even lokal hingga nasional. Alhamdulillah, minat orang tua menyekolahkan anak-anaknya di IMMIM makin meningkat. Untuk tahun ini, Ponpes IMMIM akan terima 300-an santri baru. (arf).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top