ANEKA

Sabtu, Ketua NU Sulsel Terpilih Dilantik, Usung Program Pengembangan SDM

MAKASSAR,UPEKS.co.id–KH Hamza Harun, ketua terpilihPengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulsel, Sabtu (2/2) dilantik.

Tokoh spiritual itu terpilih sebagai ketua tanfidziyah pada Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XIV PWNU Sulsel Oktober lalu.

Pasca dilantik, kata Hamza, dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat kerja wilayah (rakerwil).

Pada kesempatan tersebut, dia mengakui akan
menyampaikan programnya, salah satunya tentang pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Hal pertama yang akan saya lakukan yakni penguatan sumber daya manusia. Karena, SDM NU di Sulsel sangat melimpah, NU memiliki tokoh agama, ulama,  akademisi, politisi, praktisi hingga ekonom yang mumpuni. Sayangnya, SDM in belum terkelola dengan baik,” ucap Hamza, Jumat (1/2).

“Padahal, dengan kekuatan SDM ini bisa menggerakkan NU ke arah lebih baik dan tentunya pada gilirannya menggerakkan masyarakat,” tambahnya.

Hamza menjelaskan, ada dua hal sehingga SDM ini sangat penting. Pertama, untuk membangun kesadaran bergerak bersama dalam ritme organisasi. Sebab,  banyak SDM NU yang berjalan sendiri-sendiri sehingga kesuksesannya tidak berkaitan dengan organisasi.

“Kedua, menempatkan SDM yang semestinya. Sehingga, ke depan dalam perumusan lembaga itu betul-betul diseleksi dan diinventarisi teman-teman yang punya  keahlian ditempatkan sesuai keilmuannya,” katanya.

Kata Hamza, pengembangan SDM yang tak kalah penting itu SDM dari pondok pesantren. Sebab, pondok pesantren banyak melahirkan SDM berkualitas dan hal  ini perlu pengelolaan dan pengembangan dari tingkat dasar.

“Jadi dari pesantren itu banyak SDM baik dari ibnu maupun ansor serta lembaga struktural yang memiliki kader, diantaranya juga PMII. Jadi sebelum ke kota, ada  pengkaderan di daerah ditingkat Aliyah, agar lebih siap ketingkat selanjutnya,” katanya.

Lebih jauh, Hamza memiliki sedikitnya empat tahap pengembangan SDM di pondok pesantren. Pertama, penguatan visi ke-NU-an, kemudian, melatih kader NU  memiliki komitmen ke-NU-an lebih kuat, selanjutnya melatih kader NU agar lebih peka terhadap perubahan ideologi, dan melatih kader NU agar lebih peka  terhadap keadaan sosial.

Sementara, Ketua Panitia Pelantikan, Kamaluddin Abu Nawas mengatakan, seyogyanya agenda pelantikan akan di lanjutkan dengan rapat kerja wilayah. Namun,  hal itu berubah lantaran adanya instruksi dari PBNU yang menentukan waktu.

“Kegiatan besok (hari ini,red) hanya pelantikan. Kemarin rencananya akan dilanjut raker tapi ada permintaaan PBNU menetapkan waktu yang memepet, rencana  bulan tiga tapi belum ada waktu untuk raker,” cetusnya.

Kata dia, pelantikan ketua NU Sulsel terpilih ini akan disaksikan oleh undangan sekira 800 orang. Diantaranya, Perwakilan PBNU, tokoh NU yang tersebar di  seluruh Indonesia, DPC dan PAC NU se-Kabupaten Kota di Sulsel dan undangan lainnya.

“Harapan kita sama ketua terpilih, paling utama bisa menjalankan program yang dijanjikan bisa terlaksana. Jangan muluk-muluk membuat program tapi tidak  bisa dilaksanakan. Seumpanya, biar program sedikit tapi bisa terlaksana daripada banyak program tapi kelabakan,” ungkapnya. (rls).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top