ANEKA

Akhirnya, PT Vale Eksplorasi Tiga Blok Baru

MAKASSAR, UPEKS.co.id–Pada akhir tahun 2018, PT Vale akhirnya menerima izin eksplorasi untuk Blok Sorowako, Bahadopi dan Pomalaa.

Perseroan juga menerima izin eksploitasi untuk Blok Sorowako, yang mengharuskan PT Vale untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)  Kehutanan. PNBP berlaku mundur sejak 2008.

Waktu tersebut merupakan tahun penerbitan Peraturan Pemerintah No. 2/2008. Tanpa menyertakan pajak PNBP retroaktif satu kali, beban pokok pendapatan per  metrik ton pada 4T18 akan turun sebesar AS$149 jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.

“Penerbitan izin kehutanan yang telah lama dinanti ini memberikan kepastian hukum dan mengurangi risiko bisnis
kami,” ujar Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur PT Vale dalam keterangan resminya yang diterima Upeks, Jumat (01/02/19).

Di samping itu, pada konsumsi HSFO tahun 2018 per metrik ton nikel dalam matte yang diproduksi menurun sementara konsumsi batubara meningkat bila  dibandingkan dengan 2017. Hal ini disebabkan oleh inisiatif konversi batubara yang menyumbang total penghematan sebesar AS$40,1 juta pada 2018.

Vale juga mengumumkan, konsumsi diesel per metrik ton di tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun 2017. Hal ini mencerminkan konsumsi yang lebih tinggi  pada tahun 2018 untuk mengoperasikan unit alat berat PT Vale akibat volume material yang dipindahkan lebih banyak.

Kas dan setara kas Perseroan pada 31 Desember 2018 adalah sebesar AS$301,1 juta, meningkat sebesar AS$79,5 juta dari saldo 31 Desember 2017. Belanja  modal pada tahun 2018 adalah sekitar  AS$99,0 juta, naik dari AS$68,5 juta pada tahun 2017.

Pada tahun 2018, PT Vale memproduksi 74.806 metrik ton nikel dalam matte, turun hampir 3% dari produksi tahun lalu sebesar 76.807 metrik ton. Penurunan  ini terutama didorong oleh kandungan rata-rata nikel yang lebih rendah pada tahun 2018 dan dampak dari kegiatan pemeliharaan yang  tidak terencana pada 3T18.

Perseroan telah mencapai lebih dari 30 juta jam kerja tanpa kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan jam kerja dan mendapatkan penghargaan keselamatan  Aditama pertama dari pemerintah. Perseroan juga memenangkan penghargaan Best of the Best untuk Manajemen Lingkungan dari Kementerian Energi dan  Sumber Daya Mineral untuk ke-empat kalinya pada tahun  2018.

“Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan tanpa mengkompromikan nilai utama  Perseroan: keselamatan jiwa merupakan hal terpenting dan menjaga kelestarian bumi,” pungkasnya. (hry).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top