ANEKA

Minimalisir Balita Stunting, PKK Lutim-IKVI Gelar Seminar

LUTIM,UPEKS.co.id—Meski angka stunting di Kabupaten Luwu Timur peringkat terendah di 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan, namun TP-PKK  Kabupaten Luwu Timur terus berupaya agar kasus stunting terus berkurang, salah satunya dengan menggelar seminar kesehatan.

Seminar yang bertajuk “Investasi Generasi Unggul Stunting Versus Me” berlangsung di Gedung Simpurusiang, Kamis (31/01/2019) yang dibuka Bupati Luwu  Timur, HM. Thorig Husler, merupakan program kerjasama antara PKK Kabupaten Luwu Timur dengan Ikatan Keluarga Vale Indonesia (IKVI) dalam rangka  peringatan bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dilaksanakan pada 12 Januari sampai 12 Februari 2019.

Acara tersebut menghadirkan pemateri dr. Ir. Yustiyanty Monoarfa, M.Kes. dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI).

Ketua Panitia Pelaksana Seminar Kesehatan, Hj. Zulhidayah dalam laporannya menyampaikan bahwa, seminar yang digelar sehari ini bertujuan memberikan  pengetahuan tentang pencegahan stunting di 1000 hari pertama kehidupan manusia.

Peserta yang dihadirkan yakni sejumlah organisasi profesi, mulai  dari bidan, petugas pengelola gizi, kepala Puskesmas se-Kabupaten Luwu Timur, TP-PKK Kabupaten dan Kecamatan, ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan dan  ibu ibu IKVI.

Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler dalam sambutannya mengatakan, meski angka balita stunting hanya sekitar 13,5 % di Kabupaten  Luwu Timur, namun kami merasa terpanggil untuk turut serta dalam pencegahan dan penurunan jumlah stunting.

“Dengan adanya kegiatan seminar ini, bisa menambah ilmu dan wawasan para peserta dalam membantu Pemerintah untuk penanggulangan permasalahan  tersebut,” harap Puspawati.

Sementara Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler saat membuka kegiatan tersebut mengatakan bahwa, mengingat masih minimnya pengetahuan masyarakat  terkait stunting, kami selaku Pemerintah Daerah sangat mengapresiasi dan dan menyambut baik kegiatan seminar kesehatan sebagai ruang diskusi terbuka serta  menjadi wadah menambah pemahaman dan pengetahuan petugas kesehatan untuk disampaikan kepada masyarakat tentang bahaya stunting.

Untuk itu, dirinya berharap kepada peserta untuk mengikuti seminar ini dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan ilmu pegetahuan dan wawasan sehingga  nantinya pengetahuan yang didapatkan dapat mengimplementasikan diunit kerja masing-masing.

“Semoga dengan adanya seminar kesehatan ini, dapat menambah wawasan keilmuan kita dan dapat menularkan ilmu pengetahuan kita ditempat kerja masing-  masing,” pungkas Husler.

Untuk diketahui Stunting adalah suatu kondisi dimana terhambatnya pertumbuhan seorang anak yang menyebabkan gagal memiliki tinggi yang ideal diusianya.  Hal tersebut disebabkan dari kurangnya asupan gizi yang nantinya dapat berdampak pada rentan terserang penyakit dan kegemukan. (citizen  report/hms/ikp/kominfo)

Loading...

#TRENDING

To Top