ANEKA

Pembangunan Bendungan Jenelata Ditarget Tahun Ini

GOWA, UPEKS.co.id — Pembangunan bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa ditargetkan mulai dibangun 2019 ini.

Hal tersebut disepakati setelah Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK)  meninjau langsung lokasi Banjir dan Longsor di Kabupaten Gowa, Minggu (27/1/2019).

JK mengungkapkan, pembangun bendungan baru di Gowa sebagai langkah antisipasi terjadinya banjir saat terjadi  curah hujan tinggi. Pihaknya pun telah membicarakan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita targetkan agar tahun ini sudah bisa dibangun bendungannya. Termasuk juga memperbaiki lahan hutan dan daerah aliran sungai (DAS) yang ada di Gowa,” katanya.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, memang sudah seharusnya pembangunan bendungan dilakukan, sebagai cara untuk membendunagn sungai Jenelata, bahkan dirinya mengaku telah mengusulkan pembangunan ini sejak 2016 lalu.

“Tanggal 22 lalu, memang curah hujannya sangat tinggi, saat terjadi banjir dan longsor, sehingga hasil pertemuan  kita tadi ada jangka pendek yang akan diambil yaitu memang sudah sangat medesak untuk dibangunkan  Bendungan Jenelata untuk bisa mereduksi banjir yang ada di daerah Gowa dan Makassar,” ungkapnya.

Dijelaskan Adnan, salah satu penyebab arus air yang begitu kuat dan cepat karena pada saat pembukaan pintu air  Bendungan Bili-bili itu bertemu dengan arus kuat dari Jenelata, sehingga inilah salah satu yang mempengaruhi air  begitu cepat naik kepermukaan.

” Banyak masyarakat yang bilang air tidak sampai lima menit sudah sampai dada orang dewasa, itu karena  bertemunya arus kuat jenelata ditambah dengan air dari bendungan saat dilakukan pembukaan pintu. Karena itu  pembuatan Bendungan Jenelata sudah sangat mendesak dilakukan. Saya juga sudah mengusulkan 2016 lalu  pembangunan bendungan ini,” jelas Adnan.

Selain pembangunan Bendungan Jenelata, akan dilakukan pula perbaikan hutan dan lahan-lahan konservasi  untuk mencegah terjadinya longsor dalam jangka panjang.

Menurut Adnan dirnya akan berkordinasi dengan pihak  terkait agar tegas dalam mengambil sikap terhadap masyarakat yang melakukan pengaliham fungsi lahan.

“Kita duduk bersama di Gubernuran, dan membahas lebih lanjut masalah ini, bahwa yang harus kita lakukan selain  pembangunan Bendungan Jenelata tadi, kita juga harus melakukan perbaikan lahan salah satunya dengan  reboisasi, serta masyarakat harus tegas dalam yang pengalihan fungsi lahan, agar tak terjadi lagi pengalihan dari  lahan konservasi menjadi lahan perkebunan,” pungkasnya.

Olehnya dirinya berharap, pembangunan Bendungan bisa segera dilakukan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak  diinginkan dikemudian hari.

“Pihak kementerian PUPR terlebih dahulu melakukan visibilitis studi secepatnya,  mudah-mudahan bisa secapatnya dilakukan oleh kemeterian PUPR,” harap Adnan.

Dalam bencana banjir dan longsor yang menerpa Kabupaten Gowa sampai hari ketujuh terdapat 46 korban  meninggal dunia yang telah di evakuasi oleh tim terpadu penanganan bencana. (sofyan)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top