ANEKA

Pelantikan Kades Diwarnai Aksi Unjuk Rasa

KOLAKA, UPEKS.co.id—Bupati Kolaka H Ahmad Safei yang melantik dan mengambil sumpah 21 orang Kepala Desa(Kades) se Kab Kolaka berdasarkan SK Bupati Kolaka nomor 188.45/019/2019 berlangsung di Pendopo Rujab Bupati Kolaka, Senin (28/1/19) diwarnai aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa jumlahnya puluhan orang dikordinir oleh Jabir mengatas namakan masyarakat Popalia. Melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Rujab Bupati Kolaka sambil membakar ban bekas mobil. Pasalnya Kades Popalia Yusran dinilai oleh warga pengunjuk rasa telah bermasalah.

“Hasil pemilihan Kades Popalia diwarnai dengan kecurangan, dan sampai saat ini belum tuntas permasalahannya tetapi mengapa Safei melantik. Kami tidak paham landasan hukum apa yang dipakai oleh Safei untuk melantik Yusran sebagai Kades Popalia,” teriak pendemo.

Aksi pengunjuk rasa yang berorasi sejak Pukul 10.00 pagi, namun hingga pelantikan usai dilaksanakan, pihak pendemo berharap yang ingin berdialog dengan Bupati Kolaka. Tetapi setelah berorasi selama beberapa jam, Bupati juga tidak kunjung datang menemui aksi pendemo.

Menurut informasi Bupati usai melantik Kades langsung menuju rumah kediaman Wakil Bupati Kolaka Jayadin terletak sekira 15 kilometer dari kota Kolaka untuk makan siang bersama dengan para Kades di rumah pribadi Wakil Bupati Kolaka Jayadin.

Sehingga akhirnya pendemo melanjutkan aksinya didepan kantor Bupati Kolaka. Gerakan aksi pengunjuk rasa semakin memanas diserta dengan pelempara batu sekali-kali, meski tidak ada aparat keamana yang terkena batu yang dilemparkan oleh pendemo, bahkan pihak pendemo juga merubuhkan pintu masuk kantor Bupati Kolaka.

Aksi yang dijaga ketat oleh aparat Polres Kolaka, anggota Kodim 1412 Kolaka dan Polisi Pamong Praja tidak mampu menahan aksi massa menggoyang terus pintu pagar Kantor Pemda sehingga akhirnya rubuh.

Meski demikian antara pengunjuk rasa dengan pihak aparat nyaris bentrok karena massa semakin tidak terkendali. Meski demikian pengunjuk rasa ingin menemui salah satu pejabat di Pemda Kolaka namun tidak ada satupun pejabat turun menemui aksi pengunjuk rasa.

Untuk membuktikan apakah ada pejabat masih berkantor, maka kordinator aksi bersama beberapa anggotanya dengan dikawal Polisi untuk memeriksa sejumlah ruangan pejabat di Pemda Kolaka, mulai dari ruangan para Asisten Setda Kolaka. Tetapi semua sudah tertutul, sehingga kordinator aksi Jabir kembali berorasi beberapai menit sehingga membubarkan diri bersama anggotanya kembali kerumah masing-masing sejak Pukul 13.35 wita.

Tetapi Jabir berjanji akan melakukan gugatan di PTUN atas kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Kolaka yang melantik Kades Popalia Yusran bermasalah karena diwarnai kecurangan pada saat proses Pilkades. Demikian disuarakan oleh pendemo melalui kordinator aksi Jabir Teto.(pil)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top