ANEKA

Mudim Aristo, Mantan Kajari Kolaka Silahturrahim Pemda Kolaka

KOLAKA, UPEKS.co.id—Mantan Kepala Kejaksaan Negeri(Kejari) Kolaka Mudim Aristo, kini sudah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi(Kejati) Sultra
silahturrahim dengan Pemda Kolaka bersama masyarakat.

Silahturrahim berlangsung di Pendopo Rujab Bupati Kolaka kemarin, dihadiri jajaran pejabat eselon II dan eselon III Pemda Kolaka, Camat dan Kepala Desa
(Kades) se Kab Kolaka.

Bupati Kolaka H Ahmad Safei mengucapkan selamat datang kembali di Sultra. Dikatakannya, sebelumnya Pak Mudim sudah pernah menjabat sebagai Kejari Kolaka.

“Jadi pak Kajati Sultra Mudim Aristo sudah tidak asing lagi di Sultra, karena sudah pernah menjabat sebagai Kejari Kolaka sejak 2004 lalu. Kami mengucapkan selamat datang kembali di Kolaka,”ungkap Safei.

Dikatakannya bilamana susah minum air di Kolaka biasanya pasti kembali lagi ke Kolaka. “Jadi biasanya kalau sudah minum air di Kolaka pasti akan balik kembali,”kata Bupati sambil berkelakar.

Selain itu, kata Safei terkait dalam pengelolaan keuangan negara Pemda Kolaka sudah dua tahun berturut-turut meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian(WTP).

“Jadi sudah dua tahun terakhir Pemda Kolaka berturut-turut meraih WTP dalam melakukan pengelolaan keuangan negara,”kata Safei.

Safei juga berharap silahturrahim ini dapat membawah berkah bagi Pemda dan masyarakat. “Kami juga memohon kepada pak Kajati senantiasa memberikan pembinaan baik dari Kepolisian maupun BPK dalam melaksanakan pemerintahan dengan baik,”ujar Safei.

Sementara Mudim dalam kesempatan itu juga mengenang sewaktu masih menjabat sebagai Kejari di Kolaka sejak 2004 lalu. Setelah masuk lagi ke Kolaka, Mudim banyak melihat perubahan perkembangan Kota Kolaka.

“Tentunya majunya pembangunan di Kolaka tidak terlepas atas dukungan setiap personil yang bagus pula,”kata Kajati.

Dikatakannya, Kejaksaan juga turut berperan dalam pembangunan khususnya pembangunan hukum yaitu tindakan refresif dan preventif.

Selain itu, kata Kejati pihak kejaksaan juga turut berperan aktif dalam mengawal program pembangunan daerah. Sehingga dapat terlaksana dengan baik. Sebagai contoh dana desa perlu pengarahan oleh bupati, dan semua aparat terkait maupun kejaksaan, agar dana desa itu dapat dikelolah dengan baik.

Dikatakannya, pihak kejaksaan memiliki program Jaksa masuk sekolah, tujuannya untuk memberikan pemahaman hukum secara dini kepada anak-anak. Khususnya secara khusus dampak hukumnya bilamana menggunakan obat-obat terlarang.

“Jadi kami berharap ada sinergitas antara Kejaksaan, Pemerintah dan masyarakat memiliki kesadaran bersama menaati hukum,”ujar Kajati.(pil)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top