EDUKASI BUDAYA

Dirjen Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristek Dikti Hadiri Diskusi Ilmiah di UMI

MAKASSAR,UPEKS.co.id— Indonesia ke depan akan lebih banyak kajian tentang daya saing. Kaitannya
keberadaan lembaga pendidikan, maka sebuah perguruan tinggi yang ingin tetap eksis, harus mampu
berkompetisi.

Syarat untuk berkompetisi, harus melakukan berbagai inovasi yang berorientasi menghasilkan lulusan yang punya
skill serta menguasai cabang ilmu pengetahuan sesuai harapan yang tertuang dalam UU No.12/2012 Tentang  Pendidikan Tinggi.

Hal itu dikemukakan Dr Ir Jumain Appe,MSi, Dirjen Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristek dan Pendidikan Tinggi RI  pada diskusi Ilmiah Pengembangan dan Peningkatan Daya saing UMI dalam Penguatan Inovasi dan  Pemeringkatan PT, Rabu (23/1) di Aula Aisyah, Fakultas Kedokteran UMI.

Diskusi ilmiah yang dipandu Wakil Rektor V Bidang Kerjasama, Prof Dr H Ir Hattah Fattah itu dihadiri, para Wakil  Rektor, Yayasan Wakaf UMI, para dekan dan Ketua Lembaga lingkup UMI.

”Jika sebuah perguruan tinggi tak segera melakukan inovasi, sangat diyakini lambat laun pasti akan ketinggalan,”  ujar Jumain Appe.

Pentingnya inovasi bagi lembaga pendidikan tinggi, kata Jumaian, juga dilontarkan Presiden Jokowi saat  menerima audensi tim dari Kemenristek Dikti di Jakarta, baru-baru ini.

Salah satu pendukung strategis, proses pendidikan dan inovasi harus ditunjang perangkatan Teknologi dan  Informasi (IT), sehingga pada saatnya, benar-benar pendidikan berbasis outcome, kata Jumain Appe.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI, Prof Dr H Mansyur Ramly menandaskan, kebijakan UMI dalam upaya peningkatan daya saing dalam penguatan inovasi dan Pemeringkatan PT, banyak hal yang akan dilakukan, termasuk dukungan Teknologi dan Informasi (IT).

Seorang dosen misalnya, takhanya berfikir dan mengajarkan materi kuliah yang dulu dipelajarinya (thinking out of  The Books), harus selalu mencari informasi baru (Searching Pich Information) dan Kepemimpinan (Maintaining  leadership).

”UMI harus melakukan scanning lingkungan. Selanjuynya menganalisa dan mengevaluasi lalu memetakan  mengenai jenis dan tingkat kebutuhan masyarakat

Rektor UMI usai menghadiri diskusi ilmiah mengemukakan, alhamdulillah dalam 100 perguruan tinggi terbaik di  Indonesia, UMI menempati urutan 64. Untuk menaikkan peringkatnya, UMI harus melakukan berbagai inovasi.

”Salah satu inovasi terpenting, UMI akan menggenjot dosen untuk menulis,meneliti dan hasil karyanya dimuat di jurnal internasional berbasis Corpus,” ujar rektor.

Sebelumnya WR 5 Bidang Kerjasama, Prof Ir Hatta Fattah mengemukakan, saat ini UMI aktif melakukan inovasi  dan melakukan kerjasama dengan berbagai elemen dalam dan luar negeri.

”Untuk meningkatkan daya saing dan inovasi, UMI juga siap menjalin kerjasama dengan Dirjen Ditjen Penguatan  Inovasi Kemenristek Dikti. Terutama kemitraan yang beraspek pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi,”  tandas Hatta Fatta. (arf).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top