ANEKA

Curiga Meninggal Karena Kekerasan, Kuburan Wanita Dibongkar Polisi

BANTAENG,UPEKS.co.id—Untuk kepentingan pengusutan, Tim kepolisian membongkar makam Sitti binti Jumalah di Dusun Papanloe, Desa Papanloe,
Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Selasa (15/1/2019).

Personel kepolisian ini merupakan Tim Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel. Tim dipimpin AKP Zulkarnaen, SKM, MAdm dari Kes Paur Doksik
Biddokkes Polda Sulsel. Hadir membantu, dr Deni, SpF serta 10 anggota tim lainnya.

Kegiatan diawali arahan dan petunjuk dari Ketua Tim Forensik, AKP Zulkarnaen yang menegaskan, intinya Tim Forensik bekerja atasnama hukum dan dilindungi hukum.

Tim yang bekerja dari forensik ketika dalam pekerjaannya mengalami gangguan dalam kegiatannya, maka seluruh rombongan tim akan menghentikan kegiatan
Outopsi dan Tim forensik berharap agar garis polisi yang sudah terpasang tidak dilewati selain petugas keamanan.

Selain itu,Tim forensik berharap agar dalam kegiatan tersebut tidak mendapat gangguan karena tim bekerja atas nama undang-undang.

Selanjutnya Zulkarnaen mengatakan, jenazah Sitti diautopsi atas permintaan keluarganya. Mereka curiga, Sitti meninggal secara tidak wajar. Ada dugaan akibat kekerasan.

Disaksikan Kapolres Bantaeng, AKBP Adip Rojikan, mayat yang telah autopsi kembali dimakamkan. Namun, lokasinya dipindahkan atas permintaan keluarga. Jazad Sitti dikuburkan kembali di Kampung Pemmelangang, Desa Boto Ranu, Kecamatan Uluere, Bantaeng.

Temuan tim forensik dibawa ke Labfor Makassar untuk dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sebab-sebab meninggalnya Sitti binti Jumalah.

Selain Kapolres, pembongkaran makam turut disaksikan Kabag Ops Polres Bantaeng, Kompol M Asrofi, Kasat Intelkam Polres Bantaeng, Didik Yusianto, dan Kasat Sabhara Polres Bantaeng, AKP Syamsul Bahri. (IPA)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top