ANEKA

Waspadai Potensi Kenaikan Harga BBM

MAKASSAR, UPEKS.co.id—Sebagian besar kebutuhan BBM tanah air masih bergantung pada bahan impor. Sehingga, harga minyak dunia sangat berpengaruh besar terhadap penyesuain harga BBM tanah air.

Hal ini menurut Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulsel, Dwityapoetra S. Besar masih patut diwaspadai. Sebab, fluktuasi harga minyak dunia masih berlanjut tahun ini.

Kata Putra sapaannya, sejauh ini kecenderungan harga minyak dunia relatif membaik karena perbaikan suplai. Hanya saja, pengaruh geopolitik akan sangat berefek pada suplai dan demand minyak dunia yang tentu akan mempengaruh kepada penentuan harga.

Terkait dengan penurunan harga BBM non subsidi di awal tahun, Putra yang dilantik Senin (07/01/19) sebagai Kepala BI Perwakilan New York ini mengatakan, pasti ada pengaruhnya terhadap inflasi meskipun relatif kecil. Alasannya, ini mengikuti penurunan harga BBM yang juga relatif minim.

“Mungkin hanya sekitar hanya 0,03 % saja,” kata Putra sapaannya, di acaranya jumpa pers TPID Sulsel dan Kota Makassar di Kafe Batavia, Phinisi Point, Rabu (09/01/19).

Sr SPV Pertamina MOR VII Sulawesi, Rinson Gultom mengatakan, dengan kenaikan harga BBM pasti akan mempengaruhi semua sektor baik industri maupun barang. Sebagai salah satu tim TPID, Pertamina konsentrasi menjaga suplai BBM maupun elpijii hingga di seluruh pelosok negeri.

“Kedua, pendistribusian BBM sampai ke masyarakat dengab merata. Itu fokus kami. Tiap hari dikomunikasikan setiap lini terakhir bagian kami. Terujung sampai Pangkalan. Jadi mulai dari unit, ke depo, agen, pangkalan dan ke masyarakat. Cara menjaganya kami komitmen tersedia stok 14 hari ke depan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Harga minyak mentah dunia menanjak lebih dari 2 persen pada perdagangan Selasa (8/1), waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan ditopang oleh ekspektasi percepatan kenaikan permintaan minyak mentah jika pembicaraan antara AS dan China dapat mengakhiri sengketa dagang.

Dilansir dari Reuters, Rabu (9/1), harga minyak mentah berjangka Brent naik US$1,39 atau 2,4 persen menjadi US$58,72 per barel.

Penguatan juga terjadi pada harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,26 atau 2,6 persen menjadi US$49,78 pe barel.

Selama sesi perdagangan berlangsung, harga WTI sempat menyentuh level US$49,95 per barel, tertinggi sejak 17 Desember 2018. (hry).

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top