MAKASSAR CITY

Polda Ungkap Sindikat Penipuan Online Jaringan Internasional 

MAKASSAR, UPEKS.co.id — Unit Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, berhasil mengungkap sindikat penipuan online jaringan Internasional asal Nigeria.

Pelaku yang berhasil ditangkap yakni Hanny Armita. Perempuan 35 tahun asal Surabaya ini, diamankan anggota Unit Cyber Ditreskrimsus Polda Sulsel, di Apartemen Green Pramuka City Jakarta, Desember 2018 lalu.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, penagkapan pelaku berdasarkan adanya laporan Polisi No: LPB/474/XII/2018/SPKT, 17 Desember 2018 dengan pelapor Marthinus Musu.

“Laporan Marthinus Musus itu yakni telah ditipu dengan modus investasi oleh sekelompok orang yang bernama Ernest B Johson warga negara asing, Tuti Haryani, Maria dsn Jenieva Putri Angreni masing-masing warga Indonesia, ” kata Dicky, Jumat (4/1/19).

Diamankannya Hanny Armita terang Dicky, berawal saat ditemukannya pemilik rekening BNI penampungan hasil penipuan atas nama Dwi Arie Wahyu Nugroho. Rekening tersebut digunakan untuk menerima dana korban.

“Direkening itu pada 19 Oktober 2018, dana masuk sebesar Rp 100 juta dan pada 20 Oktober 2018 sebesar Rp 50 juta, ” terang Dicky saat merilis pengungkapan kasus tersebut didampingi Dirkrimsus, Kombes Pol Yudhiawan dan Kasubdit 2, AKBP Musa.

Menurut pengakuan pemilik buku tabungan tersebut lanjut Dicky, rekeningnya dipinjam oleh seorang perempuan yakni Hanny Armita untuk menerima transferan dana.

Kemudian, pada 20 Desember 2018 pemilik Rekening Mandiri 1790000157813 atas nama Mawardi dan Hanny Armita (putri Mawardi), berhasil diamankan dari apartemen Green Pramuka City. Rekening itu telah menerima tranfer sebesar Rp 350 juta.

“Berdasarkan keterangan saksi Dwi Arie Wahyu dan Mawardi maka diperoleh bukti yang cukup. Sehingga dilakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka Hanny Armita, ” lanjutnya.

Menurut pengakuan Hanny Armita jelas Dicky, perbuatan tersebut dilakukan bersama-sama dan atas suruhan pelaku berkebangsaan Nigeria bernama Chiko. Setelah dilakukan penyelidikan, Chiko telah pulang di negaranga November lalu.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan rekening dan HP yang disita dari tersangka terdapat banyak transaksi keuangan yang mencapai milyaran dan dicurigai sebagai uang milik korban lainnya yang berhasil ditipu tersangka, ” jelasnya.

Adapun barang bukti yang berhasil disita, berupa 11 unit HP, laptop, 16 buku tabungan, 2 lembar kartu Atam, 4 lembar uang kertas dollar pecahan 100 dan uang tunai kurang lebih Rp 20 Juta.(Jay)

Loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

#TRENDING

To Top